
JOMBANG (Lenteratoday) - Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi berjanji memberikan sanksi tegas kepada Aiptu S (53), anggota Polsek Diwek, Polres Jombang, jika terbukti merampas mobil pikap milik warga Blitar.
Pihaknya sudah memerintahkan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Jombang untuk menindaklanjuti dugaan oknum anggota Polres Jombang melakukan perampasan mobil di Blitar.
"Jika memang terbukti anggota kami melakukan hal tersebut (perampasan pikap), kami tidak akan toleransi terhadap pelanggaran etik profesi," kata Kapolres AKBP Eko Bagus dalam rilis yang diterima Lenteratoday, Jumat (6/10/2023).
Ia juga mengimbau masyarakat tak segan melapor via WhatsApp KANDANI, 0813-2333-2022 jika menemukan oknum polisi yang menyalahi aturan.
Sementara itu, Kasi Propam Polres Jombang Ipda Susilo menjelaskan saat ini pihaknya fokus memeriksa Aiptu S. Koordinasi lebih lanjut dengan Polres Blitar juga akan dilakukan untuk mendalami duduk perkara yang sesungguhnya.
"Kami akan dalami lebih lanjut, adakah kode etik yang dilanggar. Sehingga upaya disiplin seperti apa yang kami terapkan nantinya perlu kami kaji kembali," tandasnya.
Ramai diberitakan berbagai media, seorang warga di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar mengaku jadi korban perampasan mobil oleh orang yang mengaku sebagai anggota Polsek Diwek, Polres Jombang.
Korban tersebut adalah Ani Usnawati (38). Ia mengatakan, Pria yang mengaku polisi itu menyebut mobil yang baru dibeli korban bermasalah. Perampasan mobil pikap Mitsubishi L300 itu, diakui terjadi di rumah korban pada Rabu (28/10/2023).
Ani mengatakan rumahnya tiba-tiba didatangi empat orang yang salah satunya mengaku sebagai polisi dari Polsek Diwek, Jombang.
“Kejadiannya minggu lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Pas itu tiba-tiba ada datang 4 orang, satu orang mengaku dari Polsek Diwek, Jombang. Sekarang sudah lapor Polres Blitar,” terangnya dilansir dari detikJatim, Rabu (4/10/2023).
Ia mengaku ketakutan saat mobil pikap yang baru dibeli itu diambil oleh pria ngaku polisi itu. Menurut pria itu, mobil pikap yang dibeli suami Anik bermasalah. Namun, yang bersangkutan tidak menyebutkan masalah apa pada pikap itu.
“Enggak tahu, alasannya cuma bermasalah saja. Karena takut, pas ditanya ada BPKB dan STNK ya saya kasihkan. Terus tiba-tiba diambil unitnya (mobilnya),” katanya.(*)
Reporter : Sutono | Editor : Lutfiyu Handi