21 April 2025

Get In Touch

Pemkot Kediri Libatkan Guru PAUD dalam Diklat Percepatan Penurunan Stunting

Para guru PAUD Kota Kediri peserta diklat percepatan penurunan stunting serius mendengar materi yang disampaikan para narasumber.
Para guru PAUD Kota Kediri peserta diklat percepatan penurunan stunting serius mendengar materi yang disampaikan para narasumber.

KEDIRI (Lenteratoday) - Sebagai upaya pencegahan stunting, Pemkot Kediri melibatkan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam diklat percepatan penurunan stunting bagi guru PAUD yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Dindik). Diklat berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Dindik selama tiga hari (19-21/9/2023).

Kegiatan ini untuk membekali guru PAUD dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat terkait pencegahan stunting. Selain itu menumbuhkan kesadaran para peserta dalam upaya pencegahan stunting dengan fokus pada akar penyebab stunting di masing-masing kelurahan.

Sebagai narasumber, Dindik menghadirkan dari IAIN Kediri serta perwakilan dari KB dan PAUD yang telah mengikuti pelatihan dari Kemendikbud.

"Kita lakukan pendampingan dalam rangka pencegahan dan penurunan prevalensi stunting. Adapun untuk peserta yang kita libatkan yaitu 50 guru dari Kelompok Bermain, TPA, SPS dan TK," jelas Anang Kurniawan, Kepala Dindik Kota Kediri.

Anang menyebut, di Kota Kediri terdapat 264 lembaga satuan PAUD. Kepada para peserta yang sudah mengikuti diklat Anang bisa menularkan ilmu dan pengalaman yang sudah didapat ke lembaga di wilayahnya.

“Untuk peserta diharapkan bisa membagikan ilmu yang sudah diperoleh ke teman-teman yang lain pada waktu pertemuan gugus. Selain itu dari teman-teman PAUD juga banyak yang menjadi kader di kelurahan sehingga hal ini tentu bisa dimanfaatkan dengan memberikan edukasi ke masyarakat," ujarnya.

Dengan melibatkan para guru dalam penurunan prevalensi stunting di Kota Kediri menurut Anang merupakan upaya tepat. Hal ini karena guru dinilai memiliki peran penting dimana dalam keseharian lekat dengan anak-anak.

Dengan mengikuti diklat, Anang berharap para guru dapat memberikan sosialisasi kepada wali murid agar di seribu hari kehidupan pertama anak-anak bisa dicukupi dengan pemenuhan gizi yang baik sehingga tidak terjadi kegagalan dalam proses tumbuh kembang anak.

"Salah satu penyebab stunting yaitu kekurangan gizi pada seribu hari kehidupan pertama anak. Bahkan dalam hal ini pemerintah juga berupaya melakukan perbaikan gizi pada anak lewat gerakan Seribu Hari Pertama Kehidupan. Periode ini disebut golden period dimana jika tidak dimanfaatkan dengan baik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tumbuh kembang anak," tuturnya.

Sekaligus melalui kegiatan ini Anang berharap dapat memberikan kontribusi mancapai zero stunting dengan mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

"Dengan edukasi yang disampaikan guru kepada orangtua diharapkan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik sesuai tahapan usia sehingga bisa mencetak generasi yang cerdas, unggul dan bermartabat," harapnya.

Sementara itu, Erna Fitriningsari salah satu peserta dari TK Negeri Pembina Mojoroto menyambut baik dan mendukung kegiatan diklat tersebut. Menurutnya selama 3 hari mengikuti diklat ia mendapatkan banyak materi dari para narasumber.

Mulai dari pembuatan kurikulum, percepatan penurunan stunting dan beberapa materi kegiatan bermain untuk anak-anak di PAUD. “Selama mengikuti diklat, mulai dari hari Selasa hingga Kamis materi yang disampaikan narasumber sangat padat sekali dan bermanfaat bagi kami pendidik yang ada di PAUD,” terangnya.

Erna melanjutkan satuan pendidikan tempat ia mengajar juga sangat mendukung program penurunan stunting yang dilakukan Pemkot Kediri. “Di satuan pendidikan kami sudah menerapkan Deteksi Dini Tumbuh Kembang anak (DDTK) yang kita lakukan tiap awal semester,” paparnya

“Jadi kita lakukan screening awal kepada peserta didik baru selanjutnya dari catatan yang sudah kita dapatkan, kita adakan parenting kepada orang tua sebagai tindak lanjut ke anak-anak,” tambah Erna.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Erna mengajak para peserta yang lain untuk segera menindaklanjuti materi yang disampaikan narasumber dengan menerapkan pada satuan pendidikan masing-masing.

Selain itu dengan keterlibatan dan kerjasama dari para guru dan orang tua, Erna berharap dapat memberikan tren positif terhadap penurunan angka stunting di Kota Kediri. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.