
WASHINGTON (Lenteratoday) - Untuk pertama kalinya, Ukraina akan mendapatkan kiriman amunisi tank berbahan uranium dari Amerikan Serikat (AS) . Amunisi jenis itu dikirimkan saat pasukan Ukraina melancarkan serangan balasan untuk mendepak Rusia dari wilayah-wilayah pendudukan.
Keputusan AS ini sebagai bagian dari rencana mengirimkan 31 tank M1 Abrams, yang merupakan tank tempur utama AS, ke Ukraina. Tank-tank itu diperkirakan akan segera dikirimkan ke Ukraina. "Segera," kata Gedung Putih pada Rabu (6/9/2023).
Pengiriman amunisi berbahan uranium penembus baja dari AS ke Ukraina ini dinilai Rusia sebagai bentuk eskalasi konflik. Beberapa jam sebelum pernyataan AS itu, Rusia melancarkan serangan artileri ke sebuah pasar di Ukraina timur hingga menewaskan sedikitnya 16 warga sipil.
Departemen pertahanan AS belum menjelaskan berapa banyak amunisi berbahan uranium yang akan dikirimkan ke Ukraina. Pemasokan amunisi anti tank itu adalah bagian dari paket bantuan militer senilai 175 juta dolar AS (Rp2,66 triliun) dari AS untuk Ukraina.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengumumkan paket bantuan itu saat melakukan kunjungan dua hari ke negara yang tercabik perang itu. Blinken tiba di Kiev, ibu kota Ukraina, dengan menggunakan kereta api guna bertemu dengan para pejabat tinggi Ukraina.
Ini adalah kunjungan keempat Blinken ke Ukraina sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Menjelang pertemuan tertutup dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Blinken menyatakan pemerintahan Presiden Joe Biden "bertekad" untuk terus menjaga kekompakan dengan Kiev.
Blinken juga mengatakan AS saat ini melihat ada kemajuan penting yang dicapai dalam serangan balasan, dan itu amat sangat membesarkan hati. (*)
Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi