
MALANG (Lenteratoday) -Demi memastikan pembangunan Water Treatment Plant (WTP) tahap satu rampung pada akhir 2023 mendatang, DPRD Kota Malang terus melakukan pengawalan dan mendorong ketepatan jadwal dari pihak-pihak terkait, yakni PDAM Tugu Tirta dan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I.
Dalam audiensi bersama kedua belah pihak, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwanto meminta kejelasan terkait dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai pembangunan ini. Menurut Trio, PKS terdapat skema kepemilikan Perumda Tugu Tirta selama 20 tahun dengan harga jual 1.600 per meter kubik.

"Kami ingin tahu PKSnya seperti apa. Kemudian yang kedua, terkait dengan progresnya," ujar Trio, ditemui usai melangsungkan audiensi secara tertutup, Senin (12/6/2023).
Trio juga menyoroti peningkatan kapasitas WTP dari waktu ke waktu, di mana pada tahun ini, target kapasitas WTP akan mencapai 200 liter per detik, dan akan terus meningkat menjadi 300 liter per detik pada tahun depan, hingga mencapai 500 liter per detik pada tahun 2027.
Pembangunan WTP yang berlokasi di Sungai Bango, Kecamatan Kedungkandang, ini akan menggunakan sistem rakit, yang berarti konstruksi WTP akan dilakukan di lokasi. Jika proses perizinan dapat selesai dengan cepat, maka soft launching WTP dapat dilakukan pada bulan Agustus dengan kapasitas 100 liter per detik, dan meningkat menjadi 200 liter per detik pada bulan Desember 2023 mendatang.
Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk menyelesaikan perizinan dengan cepat, termasuk terkait izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin penggunaan sumber daya air, agar proses konstruksi tidak terkendala oleh izin yang belum rampung tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya mengaku bahwa rekomendasi teknis dari Badan Pengelolaan Sumber Daya Air Brantas (BBWS Brantas) juga diperlukan sebelum izin akhirnya dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Memang masih proses. Izin pemanfaatan sumber daya air, kita masih proses. Nanti dari sisi perkembangan teknis Jasa Tirta 1 yang akan mengeluarkan. Kemudian rekomendasi teknis dari BBWS Brantas dan selanjutnya nanti izin dikeluarkan dari Kementerian PUPR," ujar Fahmi.
Disinggung terkait target pengerjaan, Fahmi menyampaikan harapannya bahwa dalam satu atau dua bulan ke depan, pihaknya dapat mempercepat proses tersebut. Sehingga progres pembangunan WTP ini dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yakni tercapainta target tahap 1 dengan kapasitas 200 liter air per detik.
"Insyaallah on schedule. Insyaallah soft opening 100 liter per second kita upayakan pada 17 Agustus 2023," tukasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH