07 April 2025

Get In Touch

Sidak ke Titik Penjualan, TPID Kota Malang Pastikan Ketersediaan Elpiji 3 Kg Aman

Kabag Perekonomian Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (PISDA) Sekretariat TPID Kota Malang, Enny Handayani bersama Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya, Ahmad Ubaidillah Maksum, melakukan sidak di salah satu Pangkalan LPG 3Kg di Kota Malang,
Kabag Perekonomian Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (PISDA) Sekretariat TPID Kota Malang, Enny Handayani bersama Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya, Ahmad Ubaidillah Maksum, melakukan sidak di salah satu Pangkalan LPG 3Kg di Kota Malang,

MALANG (Lenteratoday) -Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa titik lokasi penjualan elpiji 3Kg, mulai dari pangkalan hingga salah satu warung makan di Kota Malang.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (PISDA) Sekretariat TPID Kota Malang, Enny Handayani, mengatakan, sidak tersebut juga bertujuan untuk memperketat pengawasan penggunaan elpiji bersubsidi agar tepat sasaran.

"Tadi kita sudah melihat di dua pangkalan, di daerah Kasin dan Mergan. Salah satunya adalah pangkalan Restu Jaya, dan kedua adalah pangkalan. Semuanya terpantau caman, tidak ada kelangkaan elpiji 3 Kg. Mereka mendapatkan pasokan dari Pertamina dalam 2-3 hari selalu 100 tabung. Ada yang 110 tabung juga, sampai saat ini masyarakat terpantau cukup mudah mendapatkan LPG 3 Kg," ujar Enny, usai melakukan sidak, Jumat (9/6/2023).

Dalam sidak dan pengawasannya tersebut, pihak TPID Kota Malang masih menemukan adanya penggunaan tabung gas elpiji 3Kg di salah pelaku usaha beromzet lebih dari Rp 1 juta per harinya. Padahal menurutnya, jika sesuai dengan regulasi, maka konsumsi tabung elpiji 3Kg tidak diperuntukkan bagi UKM yang beromzet lebih dari Rp 1 juta, per harinya.

Oleh karena itu, pihaknya lantas melakukan penukaran dari tabung elpiji 3Kg menjadi tabung brightgass 5,5Kg kepada pemilik warung.

Enny menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauannya tersebut, tidak ditemukan adanya kelangkaan elpiji 3 Kg di Kota Malang. Sehingga, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita viral yang dapat memicu panic buying.

Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya, Ahmad Ubaidillah Maksum, menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) lebih lanjut untuk memastikan penggunaan elpiji 3Kg yang tepat sasaran, khususnya pada pelaku usaha kecil, dan menengah yang telah mencapai omzet lebih dari Rp 1 juta per hari.

Dikatakannya, Pertamina akan memberikan promo bagi para pelaku usaha, untuk menukarkan 2 tabung ukuran 3Kg dengan 1 tabung brightgass ukuran 5,5Kg dengan hanya membayar senilai Rp 100 ribu.

"Jadi kami dibantu dengan teman-teman Diskopindag untuk langsung melakukan penukaran di lokasi warung yang masih menggunakan LPG 3kg, jadi dua LPG 3kg bisa ditukarkan dengan satu tabung LPG brightgas ukuran 5,5kg. Nah itu nanti tinggal membeli refill isinya saja," ungkap Ubaid.

Untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran, Pertamina menerapkan logbook sebagai sarana pencatatan pembelian elpiji oleh masyarakat. Logbook tersebut akan digunakan untuk mencatat informasi penting seperti nama pembeli, alamat, jumlah pembelian, dan peruntukan penggunaan, tanpa mengharuskan pengguna menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP)*

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.