
NGAWI (Lenteratoday) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2023 bakal panjang. Puluhan desa di Kabupaten Ngawi pun diprediksi berpotensi alami krisis air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi memetakan ada sebanyak 32 Desa di 9 kecamatan terancam kekeringan. "Ada 9 kecamatan yang berpotensi alami krisis air bersih yakni Kecamatan Pitu, Kedunggalar, Bringin, Kecamatan Mantingan, Kecamatan Karanganyar, Widodaren, Sine, Kasreman dan Kecamatan Ngawi," ujar Teguh Puryadi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Kamis (8/6/2023).
Dirinya menyampaikan, bagi daerah yang membutuhkan bantuan air bersih diharapkan mengajukan permohonan melalui desa sesuai arahan dari Bupati Ngawi.
Perlu diketahui BPBD Ngawi siapkan truk air kapasitas ribuan liter guna mencukupi permintaan distribusi air bersih pada musim kemarau tahun 2023 ini. BPBD Ngawi jug akan terus berkoordinasi dengan BPBD Jatim perihal penanganan potensi bencana kekeringan.
Tahun 2023 ini ada penurunan angka desa yang kekeringan di Kabupaten Ngawi, sebelumnya pada tahun 2022 ada 44 Desa. "Hal itu terjadi karena adanya penanganan kekeringan melalui pembuatan jaringan sistem pengelolaan air minum (SPAM) dan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS)," tutupnya. (*)
Reporter: Dimas/Editor: widyawati