07 April 2025

Get In Touch

Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Jailani, Mas Dhito Minta Waktu Dengarkan Kritik Warga

Hadir sebagai tamu undangan di acara Manakib Kubro, Haul Syaikh Abdul Qodir di Masjid Al Fattah, Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito, minta waktu untuk dikritik warga atas kepemimpinannya.(ist)
Hadir sebagai tamu undangan di acara Manakib Kubro, Haul Syaikh Abdul Qodir di Masjid Al Fattah, Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito, minta waktu untuk dikritik warga atas kepemimpinannya.(ist)

KEDIRI (Lenteratoday)-Kebanyakan pejabat di Indonesia anti-kritik, namun tidak demikian dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Bupati yang akrab disapa Mas Dhito meski usianya muda memiliki kematangan emosional dalam menjalankan kepemimpinannya, sehingga dia justru haus akan kritikan.

Bapak dua putri ini menerima dengan lapang dada saat mendapat surat pribadi siswa SMPN 2 Pare yang berisi kritikan atas kepemimpinannya. Begitu pula saat menghadiri acara Manakib Kubro, Haul Syaikh Abdul Qodir Jailani dan pengajian yang bertempat di Masjid Al Fattah, Desa Lamong, Kecamatan Badas, Selasa (30/5/2023) lalu.

Di hadapan ibu-ibu jamaah yang hadir, Mas Dhito meminta dirinya dan pemerintahan yang dipimpin untuk dikritik. Tak lupa, dia pun meminta izin kepada panitia supaya diberi waktu menerima kritik dari warga.

"Boleh nggak saya minta di antara ibu-ibu ini ada yang mengkritik atau memberikan saran yang membangun bagi pemerintah, atau pun kepada bupati juga ngga apa apa," katanya.

Permintaan orang nomor satu di Pemkab Kediri itu menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluhan. Di antara ratusan jamaah, ada seorang ibu asal Desa Tiru Lor yang menyampaikan uneg-unegnya kepada bupati.

"Mas Bup, masalah pembangunan, di wilayah saya sudah puluhan tahun makadam itu (sebutan untuk jalan tanah/batu yang diperhalus dengan tanah/pasir atau kerikil yang dipadatkan) belum diaspal," ucap warga yang diiringi tepuk tangan jamaah lain.

"Ini salah satu masukan yang sangat membangun sekali karena hari ini persoalan jalan di Kabupaten ini sangat krusial sekali," kata Mas Dhito.

Bupati pun meminta staff yang mendampingi mencatat masukan dari warga untuk segera ditindaklanjuti. Adapun jalan yang dimaksud warga tersebut kepada bupati merupakan jalan desa.

"Nanti segera kita perbaiki, kita cek apakah ternyata diperbaiki tahun ini atau akhir tahun semoga tidak sampai tahun depan," jawabnya.

Setidaknya ada dua warga lain yang mengeluhkan persoalan jalan dan mengusulkan supaya dibangun. Mas Dhito pun menerangkan, bahwa di Kabupaten Kediri terdapat jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten dan desa.

Khusus jalan yang masuk klasifikasi kabupaten, lanjut Mas Dhito, yang mengalami kerusakan antara 3-4 persen. Kerusakan paling banyak diakui terjadi pada jalan desa.

"Apakah terus kalau jalan desa itu harus pemerintah desa yang bangun, sebenarnya, setidaknya dan seyogyanya iya, tapi kalau Pemdes-nya nggak bangun-bangun ya Pemkab nanti yang akan kerjakan," ujar Mas Dhito.

Bupati yang mulai menjabat pada 26 Februari 2021 itu menyampaikan alasan dia setiap turun ke masyarakat meminta kritik. Menurut Mas Dhito hal itu tak lain supaya tahu persoalan yang dihadapi saat ini. "Walaupun ngeri-ngeri sedap sebenarnya, karena akan banyak sekali kritik dan saran," ungkapnya.

Pun begitu, kritik dan saran itu wajar terjadi dalam suatu proses pembangunan. Begitu pula bagi Mas Dhito pribadi sebagai kepala daerah termasuk bagi pemerintahan yang dipimpin.

"Saya ini ibaratnya hanya amanah, besok Gusti Alloh cabut amanah saya sebagai kepala daerah ya sudah saya akan menjadi rakyat biasa," aku Mas Dhito.

Selagi diberi amanah menjadi kepala daerah, Mas Dhito pun menyatakan siap menerima kritik dan masukan sebanyak-banyaknya untuk dijadikan sebagai penyemangat dalam memberikan pengabdian dan melayani masyarakat.

"Makanya komunikasi ini sangat penting, karena dari situlah Kabupaten Kediri bisa maju, bisa sejahtera, bisa tentrem ayem gemah ripah loh jinawi," pungkasnya.(pkp/*)

Reporter: Gatot Sunarko/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.