
SURABAYA (Lenteratoday) -Dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-730, Pemerintah kota Surabaya menggelar Festival Urban Farming Surabaya 2023 yang dilaunching di Kawasan Komplek Balai Pemuda Surabaya, Selasa (30/5/2023).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan, motivasi, semangat, bagi para pembudidaya maupun kelompok binaan, serta masyarakat umum yang memiliki minat berbudidaya pertanian perkotaan atau urban farming di Kota Surabaya, serta memberikan edukasi lebih luas bagi masyarakat Surabaya.
Festival Urban Farming Surabaya 2023 diikuti sekitar 135 kelompok. Pasar Tani Gelar Produk Pertanian yang terdiri dari 30 stan, serta workshop pengembangan budidaya penanaman anggrek.
Lalu workshop budidaya melon, dan lomba tanam melon oleh kelompok tani sebanyak 80 peserta. Ada gelaran lomba dan pameran foto pesisir Surabaya yang diikuti oleh 69 peserta. Pameran tanaman hias Surabaya sebanyak 14 stan, serta kontes kucing oleh asosisasi Bungkul Cat Lover Surabaya dengan target peserta 200 orang yang akan dilaksanakan pada 04 Juni 2023 di BG Junction Surabaya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antik Sugiarti, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai optimalisasi lahan yang ada di Surabaya.
"Kegiatan ini menjadi upaya untuk optimalisasi lahan pekarangan yang ada di Kota Surabaya," ungkapnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan apabila Surabaya bisa menerapkan tagar dari Urban Farming 2023, pasti Surabaya akan sejahtera.
"Tadi tagar yang disampaikan tanam yang kita makan, makan yang kita tanam. Sejatinya, kalau Surabaya ini semua bisa melakukan tanam yang kita makan dan makan yang kita tanam, pasti sejahtera warga Surabaya," ungkapnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan benih melon secara simbolis kepada 3 oarang peserta Lomba Budidaya Melon, dan pemberian hadiah untuk 3 pemenang stan terbaik di Pasar Tani Gelar Produk Pertanian.
Juara pertama Pasar Tani Gelar Produk Pertanian yaitu Kosaghra Lestari dari Kecamatan Rungkut Surabaya. Di dalam stannya, Kosaghra Lestari menjajakan beberapa produk olahan, di antaranya adalah jus sayur, minuman telang, sirup pisang, dan rengginang sawi. Semua yang ada di stannya merupakan hasil kebun milik Kosaghra Lestari.
Fani, Sie Usaha di Kosaghra Lestari mengatakan, kelompoknya membudidaya sayur dan buah di lahan fasum yang terbengkalai, sehingga menjadi kebun dan bermanfaat bagi warga sekitar.
"Ini kita tanamnya di dalam kompleks, di lahan fasum. Kita memanfaatkan lahan fasum itu yang tadinya lama terbengkalai, kita sama-sama olah jadi kebun," jelasnya.
Di akhir launching, Wali Kota Eri Cahyadi, Ketua Tim Penggerak PKK Rini Indriyani, Sekretaris Daerah Ikhsan, dan jajarannya yang turut hadir masuk ke dalam pameran foto yang berada di Basement Alun-Alun Surabaya.
Reporter: Jannatul Firdaus|Editor: Arifin BH