
MALANG (Lenteratoday) -Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan mengambil langkah-langkah cermatuntuk mengoptimalkan pendapatan daerah melalui berbagai inovasi dan peningkatan efisiensi, meliputi pemanfaatan aset, penggunaan teknologi, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan adanya potensi pengelolaan taman-taman yang dapat dikembangkan, melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sutiaji menambahkan, selain pemanfaatan aset, optimalisasi peningkatan PAD juga dapat dilakukan dengan inovasi berbasis teknologi dalam pengelolaan retribusi, diantaranya yakni retribusi parkir dan retribusi pasar. Hal tersebut menurutnya juga dilakukan sebagai upaya pengembangan E-parkir di jalan-jalan kota untuk memperbaiki manajemen parkir dan meningkatkan kesejahteraan para juru parkir.
"Berkaitan dengan masalah inovasi, harapannya sudah berbasis pada elektronik, ketika elektrik itu transparansinya ada. Jadi seperti parkir, jelas-jelas parkir itu nanti merambah E-parkir nya ke on the street. Tapi nanti (jukir) perlu diajak omong, peningkatan manajemen dilakukan goalnya supaya pendapatan kita naik, juru parkir kesejahteraannya bagus," tambahnya, usai memberikan arahan pada acara Optimalisasi PAD Kota Malang bersama OPD terkait dan DPRD Kota Malang, Rabu (24/5/2023).
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan pendapatan daerah. Sutiaji menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi, serta kerjasama dalam mengawasi potensi pendapatan daerah.
Disebutkan oleh Sutiaji, peran aktif masyarakat tersebut dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya dengan meminta karcis parkir ketika menggunakan fasilitas umum atau saat berkunjung ke kawasan-kawasan tertentu.
Wali Kota Sutiaji memastikan, dengan optimalisasi peningkatan PAD Kota Malang, maka tidak akan membebani masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak. Ia menegaskan bahwa kenaikan pendapatan tidak harus berarti kenaikan tarif yang dibebankan secara langsung, tetapi lebih kepada optimalisasi potensi PAD Kota Malang.
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyepakati upaya optimalisasi PAD yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Dalam hal ini, Made menegaskan pentingnya mencapai keseimbangan antara peningkatan PAD dengan keberlanjutan sosial.
"Jadi kami ingin dari sisi pendapatan itu dioptimalkan sebanyak-banyaknya dengan catatan ada keseimbangan, jangan sampai membebani masyarakat. Karena apa? semakin tinggi pendapatan otomatis belanja pun yang nantinya akan kembali ke masyarakat itu akan semakin tinggi juga," ungkap Made.
"Kami selalu menyampaikan kepada Dinas Perhubungan, kenaikan target pendapatan retribusi parkir itu bukan untuk menambah tarif parkir atau setoran parkir yang ada sekarang. Tapi lebih ke bagaimana titik-titik parkir yang sekarang belum tergarap, kemudian bagaimana efisiensi di lapangan terkait dengan pungutan pajak itu harus dioptimalkan. Sebenarnya dari itu saja sudah bisa menaikkan," tukasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH