
MALANG (Lenteratoday) - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang sukses menyelenggarakan praktik manasik haji bagi para jamaah calon haji (JCH). Dalam upaya persiapan para JCH menjalankan ibadah haji tersebut, Kasi PHU Kemenag Kota Malang, Mukhlis, memberikan informasi detail mengenai praktik yang dilakukan serta kesiapan para jamaah.
Dalam serangkaian praktik manasik haji yang diselenggarakan, peserta diajak untuk merasakan suasana seolah-olah telah berada di hotel Makkah. Mukhlis mengatakan, disana, para JCH akan melaksanakan rangkaian kegiatan penting seperti mandi sunnah, keramas, wudu, dan menggunakan wewangian. Kemudian, peserta melaksanakan salat sunnah ikhram sebagai persiapan awal sebelum memulai perjalanan spiritual mereka.
"Jadi praktik manasik haji yang kami laksanakan di akhir dari pada kegiatan bimbingan manasik, yang pertama adalah simulasi Maktab atau hotel, jadi apa saja yang dilakukan di hotel itu nanti sudah kami sampaikan. Diantaranya seperti mandi sunnah, keramas, wudu, memakai wangi-wangian terus salat sunnah ikhram," ujar Mukhlis, ditemui usai mendampingi kegiatan manasik haji, Kamis (18/5/2023).
Seusai berkegiatan di hotel, Mukhlis menjelaskan bahwa para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Arafah dengan menggunakan armada bus. Setiba di Arafah, para jemaah akan melangsungkan wukuf, yang dimulai dengan azan, khutbah wukuf, salat jama', serta doa wukuf. Dalam hal ini, pihaknya juga mengaku bahwa JCH Kota Malang menjalankan serangkaian manasik dengan amat khidmat.
"Kemudian geser ke bus, di bus itu nanti melakukan niat haji. Kemudian dari maktab nanti geser ke Arafah, di sana nanti prosesnya wukuf yang dimulai dengan azan, khutbah wukuf, salat jama' kemudian doa wukuf. Setelah dari itu geser ke Musdalifah, mencari kerikil kemudian doa," tambahnya.
Lebih lanjut, Mukhlis menjelaskan bahwa para jamaah juga telah melaksanakan praktik ketika memasuki Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqabah serta puncak pelaksanaan ibadah haji di tanggal 10 Zulhijah.
"Pada tanggal 11 dan 12 (Zulhijah) mereka melanjutkan dengan melempar jumrah ula wustha aqabah. Pada tanggal 12, peserta kembali ke tempat asal mereka. Bagi peserta yang berniat melakukan nafar tsani, mereka pulang setelah melaksanakan tawaf ifadah pada tanggal 13. Prosesi tawaf, sai cukur menjadi tahapan penutup dari perjalanan suci ini," jelasnya.
Kasi PHU Kankemenag Kota Malang tersebut menekankan, petingnya menjalankan praktik tawaf dengan benar, mengikuti prosedur sai, dan menjalankan doa-doa dengan penuh khidmat. Selain itu, lempar jumrah juga diharapkan dilakukan sesuai dengan tuntunan agama. Menurutnya, seuruh praktik ini merupakan bagian integral dari bimbingan manasik haji Kemenag Kota Malang, yang bertujuan untuk mempersiapkan jamaah secara optimal.
Dalam kesempatan ini, Mukhlis juga menginformasikan bahwa peserta yang diundang untuk praktik manasik merupakan jemaah calon haji Kota Malang, yang telah melunasi biaya haji. Namun, pihaknya juga menyebutkan terdapat sejumlah peserta yang berasal dari luar kota dan dipersilakan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Peserta yang datang sebenarnya yang kami undang itu seluruh jamaah yang sudah melunasi, tapi ada beberapa peserta yang dari Jawa Barat, Jakarta, Batam, itu mengikuti manasik kita, ya kita persilakan. Sebenarnya hak manasik ini adalah jamaah KTP Kota Malang yang sudah melunasi," terang Mukhlis.
Diakhir, Mukhlis menyampaikan bahwa hingga saat ini, sekitar 800 orang telah melunasi dan datang untuk mengikuti bimbingan manasik tersebut. Jumlah tersebut dikatakannya masih dapat bertambah mengingat masih adanya proses pelunasan yang belum ditutup hingga tanggal 19 Mei 2023 mendatang.
"Jadi ini untuk jamaah yang sudah melunasi. Tapi kalau untuk jamaah yang belum melunasi itu kalau minta manasik akan kami laksanakan lagi. Kalau nutut, ada anggaran dan mereka minta, itu akan kita kasih. Berangkatnya nanti kalau di Surabaya mulai tanggal 23, Kota Malang insyaallah berangkat mulai tanggal 5 Juni besok," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi