25 April 2025

Get In Touch

Wali Kota Abu Bakar Arahkan PMT Kasus Stunting Gunakan Bahan Pangan Lokal

Wali Kota Abu Bakar didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Feronica berdiri dipanggung depan ribuan nakes pada acara halal bihalal dengan ribuan kader kesehatan.
Wali Kota Abu Bakar didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Feronica berdiri dipanggung depan ribuan nakes pada acara halal bihalal dengan ribuan kader kesehatan.

KEDIRI (Lenteratoday) - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengarahkan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk peningkatan gizi cegah stunting pada anak menggunakan bahan pangan lokal yang bergizi dan seimbang. Tidak boleh hanya asal memberi makan tanpa mengetahui kandungan gizi makanan yang diberikan seperti selama ini.

Arahan tersebut disampaikan wali kota pada acara Halal bihalal dan Refreshment Kader Kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di GOR Jayabaya, Rabu (17/5/2023). Pada acara tersebut sekaligus launching Pemberian Makanan Tambahan Balita Stunting Berbasis Pangan Lokal.

"Terima kasih kepada seluruh kader kesehatan karena selama ini sudah banyak membantu Pemkot Kediri. Terutama terkait program kesehatan. Lalu juga memberikan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Ditambahkan, saat ini Pemkot Kediri fokus untuk menangani masalah stunting. Mengatasi stunting tidak bisa diselesaikan pemerintah saja, butuh kolaborasi dari berbagai pihak. Salah satu upayanya dengan memberikan PMT yang bergizi seimbang.

PMT yang diberikan bisa menggunakan bahan pangan lokal. "Berdasar data banyak juga anak stunting ini berasal dari keluarga yang mampu. Berarti ini bukan hanya masalah makanan namun juga harus diimbangi pola asuh yang tepat," ungkapnya.

Wali Kota Kediri menambahkan bahwa saat ini Kota Kediri sudah universal health coverage (UHC). Apabila ada warga yang sakit, kader bisa langsung membawa ke fasilitas kesehatan. Hampir semua warga Kota Kediri sudah memiliki BPJS kesehatan.

"Kalau njenengan menemui warga sakit segera bawa ke RS. Bisa minta tolong ke Homecare. Kita akan ajari masyarakat untuk hidup lebih sehat dan nyaman," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar menekankan agar PMT di Kota Kediri memenuhi kebutuhan gizi balita. Pemkot Kediri telah mengalokasikan anggaran PMT pada Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas). PMT yang diberikan sudah diatur pada juknis Prodamas yang didiskusikan dengan ahli gizi.

Namun untuk menyelesaikan stunting ini tidak hanya memperbaiki PMT, harus diimbangi pola perilaku orang tua. "Harusnya sudah tidak ada lagi PMT yang error di Kota Kediri. Tapi ingat tidak hanya PMT tapi kita harus edukasi juga mengenai perilaku orang tua mengenai pola makan balita. Kader-kader kita juga harus terus diupdate ilmunya," pungkasnya.

Pada kegiatan ini juga diisi kegiatan cooking class memanfaatkan bahan pangan lokal. Bertujuan agar kader kesehatan dapat memasak dan memberikan PMT pada Posyandu di kelurahan masing-masing. Serta memiliki nilai gizi beragam dan seimbang.Turut hadir Kepala Dinkes Fauzan Adima, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, dan tamu undangan lain. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.