07 April 2025

Get In Touch

Sebanyak 6.943 Jamaah Belum Melunasi Biaya Haji

(Ilustrasi) Ibadah Haji
(Ilustrasi) Ibadah Haji

SURABAYA (Lenteratoday) – Seiring dengan hari terakhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H bagi jamaah reguler pada Jumat (12/5/2023), diketahui bahwa jumlah jemaah yang sudah lunas sebanyak 96,5 %.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menyebutkan dengan sejumlah 96,5% jamaah yang melakukan pelunasan it setara dengan 196.377 jamaah. Dengan demikian ada 6.943 jamaah yang belum melunasi dari kuota haji regiuler yang diberikan pemerintah Arab Saudi yaitu 203.320 jamaah.

“Data kami mencatat, ada 196.377 jemaah haji reguler yang sudah melunasi. Secara prosentase, angkanya sudah mencapai 96,5%,” kata Hilman Latief dalam keterangannya, dikutip dari berita jatim.com, Sabtu (13/5/2023).

Hilman menjelaskan, secara prosentase, Bangka Belitung menempati posisi pertama terbanyak jamaah yang melunasi biaya haji (96,5%). Dari 999 jamaah, terdapat 963 orang yang sudah melunasinya. Selanjutnya, Papua Barat sebesar 95,7% (679/650), Sulawesi Barat 95,3% (1.363/1.300), Maluku Utara 95% (1.013/963), dan Sulawesi Selatan 95% (6.826/6.495).

Untuk Provinsi Jawa Barat, tercatat ada 32.724 jamaah yang melunasi (90% dari 36.361). Sebanyak 26.093 jamaah asal Jawa Tengah juga sudah melunasi (91,5% dari 28.494). Di Jawa Timur, dari 33.035 jamaah, sudah melunasi 28.319 orang (85,7%). Sementara untuk Banten, ada 8.162 jamaah yang sudah melunasi (91,8% dari 8.884).

Namun, ada sejumlah jamaah yang belum melunasi biaya haji tersebut. Hilman mengatakan bahwa pihaknya sedang berdiskusi untuk menindaklanjuti hal ini.

“Masih ada 6.943 jamaah yang belum melunasi. Saat ini masih kita diskusikan, apakah akan diperpanjang lagi pelunasannya dengan daftar jamaah yang sama atau dibuka tahap kedua dengan kriteria yang baru. Ini akan segera kami informasikan kalau sudah diputuskan. Besar kemungkinan akan diperpanjang waktu pelunasannya,” sambungnya.

Selain itu, dari sisa kuota yang ada, Hilman mencatat masih ada 176 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 253 Pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) yang belum melunasi.

“Sejak 2016, pelunasan rata-rata dilakukan dalam dua tahap. Kecuali pada 2022, hanya satu tahap karena kuotanya hanya sekitar 100 ribu,” imbuh Hilman.

Selain itu, Hilman juga menjelaskan bahwa pihaknya masih mengupayakan agar kuota jamaah haji Indonesia terserap optimal. Menurut Hilman, erornya sistem perbankan di Bank Syariah Indonesia (BSI) hingga empat hari ikut berdampak pada progress pelunasan. Apalagi, mayoritas jemaah haji reguler adalah nasabah BSI.

“Saya harap tidak ada lagi kendala teknis seperti errornya sistem perbankan. Akibat sistem error jemaah terkendala dalam pelunasan. Mereka resah, karena khawatir tidak bisa melunasi dan gagal berangkat apalagi sistemnya error cukup lama. Semestinya ada solusi taktis sehingga bisa mengatasi kedaruratan semacam ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, kuota jemaah haji reguler di Indonesia pada tahun ini mencapai 203.320 orang. Awalnya, pelunasan Bipih dibuka sejak 11 April sampai 5 Mei 2023. Namun, karena masih ada jamaah yang belum melunasinya maka diperpanjang hingga Jumat (12/5/2023).

Sumber : beritajatim.com | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.