06 April 2025

Get In Touch

Cegah Karhutla, Pemkot Palangka Raya Gelar Sosialisasi dan Pelatihan

Sekda Kota Palangka Raya, Norhaini, dan Kepala DLH Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini (tengah) bersama para peserta soaialisasi dan pelatihan pencegahan Karhutla
Sekda Kota Palangka Raya, Norhaini, dan Kepala DLH Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini (tengah) bersama para peserta soaialisasi dan pelatihan pencegahan Karhutla

PALANGKA RAYA (Lenteratoday)–Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi PR besar Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya. Kegiatan Sosialisasi pencegahan karhutla dan Pelatihan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) pun terus dilakukan.

Bertempat di Aula Hotel Batu Suli Selasa (9/5/2023), Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, mengajak semua stakeholder untuk bersama- sama mencegah terjadinya Karhutla di Kota Palangka Raya. Sebab dalam antisipasi dan penanganan Karhutla, tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah saja, melainkan dibutuhkan peran serta dari swasta dan seluruh masyarakat.

“Dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, pemerintah mengajak segenap komponen yang ada di daerah selalu waspada dan berkoordinasi, terutama saat memasuki musim kemarau,” papar Hera, Selasa (9/5/2023).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Kota Palangka Raya, saat ini Kota Palangka Raya sudah memasuki awal musim kemarau, namun demikian hujan masih cukup sering turun.

Tiga tahun belakangan ini wilayah Indonesia memang dilalui fenomena cuaca La Nina. Hal inilah yang mempengaruhi intensitas hujan yang melemah dan berakibat pada cuaca kering dan berpotensi memicu karhutla.

"Karena itu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan pencegahan Karhutla sejak dini agar terhindar dari kerugian yang ditimbulkan jika terjadi Karhutla,” tuturnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini, kunci dari keberhasilan dalam mencegah terjadinya Karhutla adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama saat ingin membuka lahan.

Lebih lanjut Zaini mengatakan dalam beberapa tahun terakhir kasus terjadinya Karhutla di Kota Palangka Raya sudah menurun, tentu ini tidak lepas dari peran serta seluruh stakeholder serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Mari terus kita tingkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dari bencana Karhutla yang bisa merusak ekosistem lingkungan," ungkapnya.

Zaini menambahkan, sejauh ini Pemkot Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, diantaranya dengan menjalankan patroli gabungan yang dilakukan secara intensif. Begitu juga dengan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana peralatan. Selain itu dengan menggencarkan imbauan dan sosialisasi terkait kewaspadaan Karhutla kepada masyarakat.

“Melalui berbagai upaya yang sudah dilakukan tersebut, diharapkan mampu mencegah dan mengantisipasi potensi terjadinya Karhutla di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita /Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.