06 April 2025

Get In Touch

Pertama Kali Pagelaran Wayang Kulit Bawakan Cerita dalam Babad Kadhiri Secara Utuh, Libatkan 12 Dalang Selama 3 hari

12 Dalang diantaranya ada perempuan yang akan dilibatkan pagelaran maraton wayang kulit 3 hari berturut-turut lakon Babad Kediri
12 Dalang diantaranya ada perempuan yang akan dilibatkan pagelaran maraton wayang kulit 3 hari berturut-turut lakon Babad Kediri

KEDIRI (Lenteratoday) -Pagelaran wayang kulit sejarah tanah Kediri hingga menjadi kerajaan dalam serat Babad Kediri akan ditampilkan secara maraton di Lapangan Jati Anom, Papar, selama 3 hari berturut-turut (2-4 Mei 2023). Pertunjukan ini melibatkan 12 dalang dengan memecah jadi 10 lakon berseri dalam perspektif cerita wayang.

Pagelaran wayang kulit yang diinisiasi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1219 Kabupaten Kediri. Pelaksanaan pertunjukan ini Pemkab Kediri bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Kediri.

"Melalui cerita yang utuh dan ditampilkan secara berseri ini diharapkan masyarakat khususnya generasi muda menjadi lebih tahu dan paham mengenai sejarah Kediri," kata Mas Dhito.

Babad Kadhiri yang dibawakan dalam perspektif cerita pewayangan ini menjadi sarana transformasi pengetahuan sejarah Kediri yang sangat berharga.

Selain sebagai tontonan, pagelaran wayang kulit ini diharapkan dapat menjadi tuntunan. Sebab, banyak nilai-nilai positif yang dapat dipelajari melalui lakon atau cerita yang dibawakan dalang.

"Dengan mengetahui jalan cerita dengan karakteristik tokoh yang ada dalam tiap lakon, kita berharap ada nilai-nilai positif yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian," tutur Mas Dhito.

Ki Didik Wibisono, perwakilan Pepadi Kabupaten Kediri mengungkapkan, cerita-cerita dalam Babad Kadhiri yang dibawakan dalam pagelaran wayang kulit diakui baru pertama kali ini dibawakan secara utuh.

"Pertama kali ini, penampilan secara utuh, mulai dari berdiri kerajaan Mamenang sampai tenggelamnya (Kerajaan Mamaneng)," terangnya.

10 lakon yang dibawakan dalam pergelaran itu. Pertama, Babad Mamenang yang menceritakan sejarah kemunculan Kerajaan Mamenang. Kedua, Sri Aji Joyoboyo Jumeneng menceritakan sejarah Sri Aji Joyoboyo menjadi raja di Mamenang.

Tiga, Jongko Jinarwo menceritakan tentang Sri Aji Joyoboyo medharake/memaparkan tentang Jangka Joyoboyo. Empat, Mayangkoro yang menceritakan tentang moksanya Resi Mayangkoro/Anoman.

Lima, Angling Dharma, menceritakan kelahiran Angling Dharma cucu dari Sri Aji Joyoboyo. Enam, Sang Cakrawartin (Cakrawartin artinya utusan Tuhan) lakon ini menceritakan epos kepahlawanan Angling Dharma membantu Kerajaan Kediri dari marabahaya.

Tujuh, Jaya Amijaya Dadi Ratu yang menceritakan Raden Jaya Amijaya anak dari Prabu Joyoboyo menjadi raja. Delapan, Jaya Amisena Dadi Ratu, menceritakan Raden Jaya Amisena anak Prabu Jaya Amijaya menjadi raja.

Sembilan, Sri Aji Pamasa Krama, menceritakan pernikahan anak Prabu Jaya Amisena yang bernama Sri Aji Pamasa. Sepuluh, Sri Aji Pamasa, menceritakan Kerajaan Mamenang yang dilanda banjir bandang, sehingga kerajaan tenggelam, dan Kerajaan Mamenang dipindah ke Pengging.

Keseluruhan ada 12 dalang yang akan membawakan semua lakon-lakon itu secara berseri selama 3 hari. Tak hanya dalang pria, namun juga akan tampil dalang wanita.

"Mudah-mudahan banyak masyarakat yang dapat menonton dan menikmati seluruh cerita dalam pagelaran wayang kulit ini," pungkas Didik Wibisono yang menjabat bendahara Pepadi Kabupaten Kediri itu.(pkp/*)

Reporter: Gatot Sunarko

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.