
MALANG (Lenteratoday) – Memasuki H+2 libur lebaran Idulfitri 1444 Hijriah, terjadi lonjakan kendaraan di hampir seluruh wilayah Malang Raya. Tak terkecuali di jalur Surabaya – Kota Batu yakni wilayah Karangploso, Kabupaten Malang, dimana arus lalu lintas terpantau padat merayap namun tak sampai menimbulkan kemacetan.
“Selama 2 hari ini, pantauan arus lalu lintas dari 2 arah yakni dari timur maupun barat itu cukup ramai dan padat. Terutama untuk yang ke arah barat menuju ke Kota Wisata Batu, itu cukup ramai tapi bisa terurai dengan baik. Selama ini padat merayap namun tidak ada kemacetan yang ditimbulkan di manapun juga,” ujar salah satu personel kepolisian Polres Malang, Winarto, ditemui di tengah aktivitas pemantauan arus lalin di wilayah Karangploso, Senin (24/4/2023).
Salah satu petugas Pos Pengamanan (Papospam) yang berjaga di Pospam Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, ini mengatakan, terjadi lonjakan volume kendaraan dibandingkan tahun lalu. Dimana menurutnya, masyarakat memanfaatkan momen libur lebaran kali ini untuk berkunjung ke rumah-rumah saudara, termasuk mendatangi destinasi wisata di Malang Raya.
“Perbandingan dari tahun kemarin memang ada peningkatan volume kendaraan untuk tahun ini. Karena kan PPKM juga sudah dicabut oleh Bapak Presiden, maka tahun ini hampir semua warga masyarakat bisa melaksanakan perayaan Idulfitri sehingga mempengaruhi arus lalu lintas yang sangat ramai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Winarto menyebutkan bahwa terdapat total 13 personel gabungan yang dikerahkan untuk menjaga kondusifitas arus lalu lintas di Pospam Kepuharjo tersebut. Diantaranya yakni dari Polres Malang, Dishub serta Dinkes Kabupaten Malang.
Lebih lanjut, Winarto juga menyampaikan skema pengaturan arus lalu lintas yang diterapkan, guna mengurai kepadatan volume kendaraan dan mengantisipasi adanya kemacetan yang ditimbulkan. Diantaranya yakni pemberlakuan pengaturan penarikan arus lalu lintas di Simpang 4 Kepuharjo.
Sehingga, kendaraan dari arah jembatan Tunggulmas yang mengarah ke Desa Kepuharjo, dilarang untuk belok kanan ke arah Karanglo ataupun lurus ke arah jalan alternatif menuju Kecamatan Singosari. Namun, kendaraan diharuskan untuk belok kiri dan putar balik di depan swalayan Enak Eco, Dusun Kagrengan, Desa Ngijo.
“Jadi kami memasang barrier di tengah jalan, sehingga tidak ada kemacetan ataupun saling salip kendaraan. Biasanya kan yang di simpang 4 Kepuharjo itu bisa langsung turun ke jalan bawah menuju arah Desa Ngenep, nah ini tidak boleh. Pun juga tidak boleh langsung ke arah timur tapi harus ke barat dulu, baru nanti ada petugas yang mengarahkan tempat untuk putar balik,” urainya.
Winarto menuturkan bahwa pembelakuan skema tersebut akan terus dilakukan hingga H+4 atau H+5 lebaran Idulfitri mendatang. “Kami melihat situasi dan kondisi dulu. Nanti kalau H+4 atau H+5 sudah terlihat lancar, kita lakukan pengaturan seperti biasanya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selain pengaturan penarikan arus lalu lintas di Simpang 4 Kepuharjo, Polres Malang bersama dengan Dishub Kabupaten Malang juga telah memasang banner yang berisikan informasi jalur-jalur alternatif yang dapat dilintasi oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4, diantaranya seperti jalur alternatif menuju Kecamatan Singosari yang melewati Desa Ngenep dan Langlang.(*)
Reporter: Santi Wahyu/Editor: widyawati