
BATU (Lenteratoday) –Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mencatat, selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2023 yang sudah berjalan 5 hari ini, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang berujung pada kematian di wilayah Jawa Timur, mengalami penurunan yang cukup berarti.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Lalu lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol. Muhammad Taslim Chairuddin, pada kesempatannya saat melakukan kunjungan di Jatim Park 1, Kota Batu, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jatim, Senin (24/4/2023).
Pria yang akrab dengan sapaan Taslim, ini menambahkan, berdasarkan risiko rate per 1000 orang, angka fatalitas korban kecelakaan juga menurun sebanyak 0,02 persen dibandindingkan dengan jumlah tahun lalu.
“Jadi kalau dikalikan dengan jumlah pemudik tahun ini, kemudian dibagi 1000 kemudian dikali 0,02 persen. Maka dengan Operasi Ketupat 2023 ini, kita mampu mencegah 424 orang meninggal dunia akibat lakalantas selama 5 hari operasi,” tambahnya.
Disisi lain, Taslim justru menyebutkan bahwa selama 5 hari operasi dijalankan, total sebanyak 451 kejadian lakalantas di seluruh wilayah Jawa Timur, yang artinya angka tersebut meningkat sebanyak 41 orang dibanding tahun 2022 lalu.
Namun, menanggapi hal tersebut, Taslim mengaku bahwa angka 451 masih terbilang wajar. Mengingat di tahun ini, jumlah pemudik yang bergerak ke arah Jawa Timur juga meningkat tajam yakni sekitar 21,3 juta orang, dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 14,7 juta orang.
“Sebenarnya angka tersebut masih sangat wajar. Karena arus 5 dengan arus 10, tentu potensi kecelakaan arus 10 lebih tinggi dibanding dengan yang 5. Kalau sekarang meningkat tajam, tahun 2023 itu 123 juta (pemudik) secara nasional, dimana 17 koma 1 persen atau 21,3 jutanya bergerak ke Jatim,” jelasnya.
Taslim menuturkan bahwa selain kerja sama antara personel gabungan dalam mengamankan jalannya arus mudik di Operasi Ketupat 2023 ini. Peran dan kesadaran masyarakat akan keamanan dalam berkendara yang semakin meningkat, juga disebutkan oleh Taslim, menjadi salah satu kunci utama dalam menekan angka kecelakaan termasuk fatalitas korban.
Sebagai informasi, sesuai dengan arahan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) maka Operasi Ketupat 2023 akan berlangsung selama 14 hari, yakni mulai 18 April 2023 hingga 1 Mei 2023, hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan dalam arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2023 ini.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH