
MALANG (Lenteratoday) – Selama momen libur lebaran Idulfitri 1444 Hijriah, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang optimistis adanya peningkatan pengunjung di destinasi-destinasi wisata Kota Malang, terlebih di Kampung Tematik.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan, pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di akhir tahun lalu serta semakin melandainya Covid-19. Turut menjadi alasan utama peningkatan wisatawan di Kota Malang.
“Jadi pasti tempat-tempat wisata di Kota Malang banyak didatangi para wisatawan. Baik itu yang mudik ataupun luar Malang yang ingin menikmati destinasi wisata di Kota Malang. Prediksinya pasti mengalami peningkatan,” ujar Baihaqi, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (22/4/2023).
Baihaqi menambahkan, rasa optimistisnya semakin tinggi tatkala melihat catatan bahwa di bulan ke 4 tahun 2023 ini, pengunjung Kampoeng Kajoetangan Heritage telah mencapai 20 ribu hingga 25 ribu orang per bulannya.
“Sekarang saja, di Kampoeng Kajoetangan Heritage itu setiap bulannya tidak kurang dari 20 sampai 25 rib pengunjung, sama halnya yang terjadi di Koridornya juga,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dalam rangka memberikan kenyamanan para pengunjung yang berlibur di Kota Malang. Baihaqi mengaku, terus berupaya untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Diantaranya yakni bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) masing-masing kampung, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang.
“Pasti akan selalu kami optimalkan. Jadi kami juga menjalin kerjasama dengan PHRI Kota Malang untuk memberikan pelayanan yang terbaik (kepada wisatawan), dalam rangka menikmati idulfitri dan segala macam. Kemudian sektor kuliner juga gitu, bagaimana agar wisatawan Kota Malang ini bisa nyaman,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi mengatakan, terdapat 10 kampung tematik yang siap menerima kunjungan wisatawan di Kota Malang.
Diantaranya seperti Kampung Budaya Polowijen, Kampung Sanan Tempe, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Tridi, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Gerabah Penanggungan, Kampung Heritage Kayutangan dan lainnya.
“Seperti di Kampung Kayutangan Heritage, paket edukasi wisata mulai dari Rp 35 ribu, tetapi disesuaikan lagi bila ada makan siang. Kemudian di Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni yang menjadi salah satu favorit kalau tidak salah masuknya Rp 5 ribu. Terus di Kampung Keramik Dinoyo bisa belajar langsung membuat keramik bersama perajin,” kata Isa.
Pria yang akrab dengan sapaan Ki Demang, ini menjelaskan, untuk menarik minat wisatawan, setiap pokdarwis juga tengah mempromosikan destinasi wisatanya, dengan menawarkan paket-paket wisata melalui agen travel dan lainnya.
“Kami promosikan lewat agen travel, table top, atau business matching, juga difasilitasi Badan Promosi Pariwisata Daerah dan dinas (Disporapar Kota Malang) itu sendiri, memang belum semua (Kampung Tematik), tetapi sudah kami lakukan beberapa diantaranya,” katanya.
Diakhir, Isa menyebut bahwa beberapa kampung tematik bahkan telah menerima reservasi dari calon wisatawan asal luar Kota Malang. “Seperti di Kampung Heritage Kayutangan itu bulan Mei dan Juni sudah ada, ada yang dari Semarang, Gorontalo,” tandasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi