05 April 2025

Get In Touch

Hadapi Lonjakan Volume Kendaraan, Dishub Kota Sipakan Rekayasa Lalin

Kesibukan staf ahli Dishub Kota Batu mengamati alat ETLE di Command Center Kota Batu
Kesibukan staf ahli Dishub Kota Batu mengamati alat ETLE di Command Center Kota Batu

BATU (Lenteratoday) –Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memprediksi adanya lonjakan volume kendaraan di wilayah Kota Batu H+2 lebaran.

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono, mengaku, telah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas, untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan dari para wisatawan maupun warga lokal nantinya.

Misalkan, jika terjadi kemacetan di Pertigaan Bendo, pengendara dari Jalan Brantas hanya boleh lurus. Namun, dari arah Jalan Dieng hanya boleh belok kiri. Sedangkan, dari Jalan Bukit Berbunga diperbolehkan lurus dan belok ke kiri.

Selain rekayasa lalin di atas, Imam juga menambahkan, adanya skema lain yang dilakukan di Simpang 3 TMP. Dimana menurutnya, kendaraan dari Jalan Abdul Gani hanya diperbolehkan untuk belok kiri dan dilarang belok kanan. Sementara, kendaraan dari Jalan Suropati, diperbolehkan lurus atau belok kanan. Selanjutnya, untuk kendaraan dari Jalan Ahmad Yani, sambungnya, boleh langsung lurus atau belok kiri.

“Pada dasarnya menentukan rekayasa lalin memang tidak mudah. Maka dari itu, perlu ada skema yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kami rasa skema inilah yang paling baik dari segala kemungkinan yang ada,” ujar Imam, Jumat (21/4/2023).

Imam juga menyebutkan bahwa dirinya telah menyiapkan solusi guna memecah kemacetan yang ditimbulkan. Misalnya, kendaraan dari Kota Malang dikatakannya hanya boleh lurus ke Jalan Ir Soekarno dan tidak boleh belok kanan. Selanjutnya, kendaraan dari arah Kota Batu diperkenankan untuk lurus ataupun belok kiri.

“Untuk kendaraan dari Karangploso yang melewati Jalan Mohammad Hatta hanya belok kiri dan dilarang belok kanan,” terangnya.

Ilustrasi lalu lintas di depan Alun-alun Kota Batu

Disisi lain, dalam memantau kepadatan kendaraan yang bergerak menuju Kota Batu. Imam mengaku akan terus mengaktifkan dan memanfaatkan data-dsta yang dihimpun oleh alat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang tersebar di 8 titik Kota Batu.

“Tanggal 19 April kemarin 96.935 kendaraan yang masuk Kota Batu, nah ini kemungkinan bisa bertambah ketika H+2 hari raya. Karena kalau untuk saat ini, Kota Batu ini masih menjadi transit saja. Baru nanti setelah lebaran, itu akan mengalami lonjakan kendaraan wisatawan,” tandasnya.

Sementara itu, Satlantas Polres Batu juga telah menyiapkan skema satu arah di Jalan Ir. Soekarno hingga Jl. Dewi Sartika.

Untuk kendaraan dari Pusat Kota dan mengarah menuju Kota Malang atau Surabaya, akan dialihkan melalui Jalan Oro-oro Ombo-Junrejo, Jalan Wukir-Arhanud, dan Jalan Giripurno.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.