486 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1444 H di Kota Kediri, Wali Kota Pimpin Apel Kesiapan

KEDIRI (Lenteratoday)-Sebanyak 486 personel gabungan Polri, TNI, unsur dan organisasi kemasyarakatan mendukung Operasi Ketupat Semeru 2023 dan pengamanan selama Idul Fitri 1444 H di Kota Kediri. Wali Kota Abu Bakar memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2023 di Lapangan Ponpes Lirboyo, Senin (17/4/2023).
Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2023 ini dimulai pada tanggal 18 April hingga 1 Mei. Selain itu, Pemkot bersama TNI dan Polri juga telah mempersiapkan kebutuhan bahan pokok dan memastikan inflasi tetap terkendali.
"Alhamdulillah kami bersama TNI Polri sudah mempersiapkan untuk pengamanan Idul Fitri ini jauh-jauh hari. Kita sadar bahwa ketika PPKM ini dicabut lonjakan pemudik ini akan terjadi. Termasuk juga kita menyiapkan kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.
Kesiapsiagaan itu karena biasa menjelang hari raya Idulfitri kebutuhan masyarakat cenderung meningkat. Bantuan sosial kepada masyarakat juga telah disalurkan menjelang hari Raya Idulfitri.
"Ini kolaborasi yang keren. Posko pengamanan juga ready to use beserta perangkat. Kita pastikan semua aman dan nyaman untuk masyarakat," ungkapnya.
Wali Kota Kediri menambahkan akan mengeluarkan surat edaran untuk tidak melakukan takbir keliling. Masyarakat bisa melaksanakan takbir di masjid atau pun musala. Pada bulan Ramadhan ini juga tidak ada petasan dan pawai sound system pada saat sahur.
Hal itu karena jajaran TNI Polri terus melakukan operasi pengamanan. "Tidak boleh ada takbir keliling nanti saya akan buat surat. Ramadan ini kita bisa lewati dengan tenang tanpa adanya petasan, sound system dan balap liar. Ini semua berkat pengamanan dari TNI dan Polri," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra menjelaskan apel gelar pasukan ini untuk memastikan kesiapan pemerintah, TNI dan Polri untuk pengamanan Idul Fitri.
"Nanti secara situasional akan dilakukan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan volume kendaraan dalam kota. Kita juga siapkan satuan tim urai khusus. Untuk pos pelayanan ada 1 dan pospam ada 6," jelasnya.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemusnahan barang bukti pada Operasi Pekat Semeru. Barang bukti yang dimusnahkan berupa minuman keras, obat-obatan terlarang dan knalpot.
Turut hadir pada apel Komandan Brigif Mekanis 16/WY Kolonel Inf Sigid Hengki Purwanto, perwakilan Forkopimda, kepala OPD terkait, jajaran Polres Kediri Kota, tokoh agama, dan tamu undangan lain.(*)
Reporter: Gatot Sunarko/ Editor: widyawati