05 April 2025

Get In Touch

Dishub Kota Malang Pantau Kelancaran di 6 Titik Simpul Jalan

Kepadatan volume kendaraan yang terjadi di salah satu titik simpul, yakni jembatan Soekarno-Hatta, Kota Malang
Kepadatan volume kendaraan yang terjadi di salah satu titik simpul, yakni jembatan Soekarno-Hatta, Kota Malang

MALANG (Lenteratoday) –Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan langkah antisipasi lonjakan saat arus mudik lebaran, dimana salah satunya yakni pemantauan di 6 titik simpul jalan yang berada di kawasan Kota Malang.

“Nanti apabila membutuhkan rekayasa yang sangat mendadak, sangat mungkin akan kami lakukan. Karena ini mungkin akan terjadi kepadatan. Kalau sementara ini, kita ada 6 titik simpul yang perlu diantisipasi dan dilakukan pemantauan,” ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (10/4/2023).

Enam titik simpul jalan tersebut dimulai dari Exit Tol Karanglo yang kemudian mengarah hingga kawasan fly over Arjosari, selanjutnya kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) hingga menuju Jembatan Suhat (depan Universitas Brawijaya), serta Persimpangan Lima di kelurahan Tunggulwulung.

“Nah selanjutnya yang ke empat, itu kami ada (pemantauan antisipasi) di Kacuk dan termasuk Gadang, kelima ada di Exit Tol Madyopuro, jadi mulai dari Ki Ageng Gribig sampai dengan Mayjend Sungkono, nah titik keenam, itu ada di Tunggulwulung, tepatnya di daerah (perumahan) Saxophone,” tambahnya.

Widjaja menyampaikan, selain antisipasi dengan pemantauan di 6 titik simpul jalan tersebut. Pihaknya juga melakukan pemantauan di beberapa pusat perbelanjaan yang berada di Kota Malang. Hal tersebut menurutnya bertujuan untuk mengantisipasi adanya kepadatan volume kendaraan di salah satu titik, sehingga dapat menyebabkan kemacetan.

“Selain itu, kita juga melakukan pengawasan di Kayutangan. Maka ini kita sedang siapkan baik dari parkirnya, penataan rekayasa, dan skema lalinnya bagaimana. Nanti kita kerjasama dengan Polresta, tapi untuk sementara ini kita menggunakan skema manajemen yang sudah ada dulu, yang selama ini berjalan satu bulan ini,” terangnya.

Disisi lain, mengingat prediksi Kemenhub RI yang menyebutkan adanya lonjakan pergerakan pemudik yang mengarah ke Malang Raya. Dalam hal ini, Widjaja mengaku telah mempersiapkan skema untuk pemaksimalan angkutan kota (angkot) demi mengantisipasi lonjakan tersebut.

“Dan kami sudah berkoordinasi dengan paguyuban angkot agar mampu untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat dalam arus mudik, pun arus balik nantinya. Terutama dengan cara kesiapan kendaraan angkotnya sendiri, dan juga kesiapan dan kesehatan dari sopirnya,” tandasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.