05 April 2025

Get In Touch

Kemenhub Sebut Kondisi Terminal Arjosari Kota Malang Sudah Tak Layak

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Hendro Sugiatno, saat melakukan pemantauan secara langsung di Terminal Arjosari Kota Malang, Sabtu (8/4/2023) didampingi Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra (kanan)
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Hendro Sugiatno, saat melakukan pemantauan secara langsung di Terminal Arjosari Kota Malang, Sabtu (8/4/2023) didampingi Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra (kanan)

MALANG (Lenteratoday) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai kondisi terminal Arjosari Kota Malang sudah tak layak. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Hendro Sugiatno, saat melakukan peninjauan langsung jelang mudik lebaran.

Hendro mengatakan banyak fasilitas umum yang belum terpenuhi.“Ya kondisinya nggak layak, kita menghimbau masyarakat untuk naik bus di terminal, tapi kalau kondisi terminalnya tidak layak, tidak bikin nyaman orang, kan susah masyarakat ke terminal. Akibatnya masyarakat naiknya dari pool – pool bus,” ujar Hendro, ditemui usai melakukan tinjauan di Terminal Arjosari, Kota Malang, Sabtu (8/4/2023).

Hendro menambahkan, hasil dari tinjauannya tersebut akan dikaji lebih dalam, sehingga kedepannya dapat dianggarkan pendanaan untuk perbaikan terminal Arjosari.

Kendati belum mengetahui konsep renovasi yang akan dilakukan, namun Hendro mengaku, sudah saatnya Terminal Arjosari mengusung konsep multifungsi dan tidak mengacu pada besaran bangunan. Sebab l terminal saat ini harus memiliki nilai manfaat yang banyak bagi masyarakat.

“Tidak perlu besar. Meskipun kecil, tapi multifungsi, fungsi terminal itu ke depan bukan hanya untuk bus, tapi mixed used. Jadi selain ada bangunan terminal, mungkin di atas salah satunya buat Mal, buat kegiatan masyarakat yang lain, buat kafe. Jadi terminal boleh berhenti kalau malam, tapi kehidupan terminal itu ada,” paparnya.

Hendro juga menyebutkan contoh adanya Terminal di Bandung dan Medan, yang menurutnya telah menerapkan konsep multifungsi sehingga meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berkunjung.

Lebih lanjut, terkait dengan fasilitas umum, Hendro bahkan menyebut bahwa Terminal Arjosari menjadi satu-satunya terminal yang belum terpasang fasilitas Air Conditioner (AC). Tidak hanya itu, menurutnya kondisi shelter yang dibangun 5 tahun lalu, juga saat ini telah nampak kotor dan tidak terawat.

“Satu-satunya terminal yang belum ber-AC kan di sini, Bandung sudah kayak Mal, Medan begitu masuk langsung dingin, sudah ada lounge. Makanya kita datang ke sini, salah satunya melihat ada masalah di terminal Malang, kita selesaikan nanti ke depan, kita membangun agar Malang lebih bagus,” lanjutnya.

Terlepas dari permasalahan kondisi terminal, kunjungan Hendro kali ini juga bertujuan untuk mengecek kesiapan armada, yang digunakan untuk keperluan arus mudik dan arus balik nantinya.“Kita lihat rencana penambahan bus terutama bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berapa. Tadi kata kepala terminalnya, ada penambahan 50 bus AKAP, jadi mudah-mudahan semua bisa mengakomodir masyarakat kita yang akan mudik,” jelasnya.

Dikatakannya, penting untuk dilakukan inspeksi keselamatan pada bus di Terminal Arjosari ini. Menurutnya, dari total target 140 bus, terdapat 120 bus yang telah melalui proses ramp check atau pengecekan keselamatan.

“Kalau di Malang ini dari target 140 bus yang harus dilakukan ramp check, sudah ada 120 yang selesai ramp check, jadi artinya bus itu siap beroperasi untuk mendukung mudik. Yang tidak lulus di ramp check akan kita tilang. Kandangkan untuk tidak beroperasi. Ini untuk keselamatan penumpang transportasi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Santi Wahyu /Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.