07 April 2025

Get In Touch

Diberlakukan Tahun Ini, Perekaman Visa Biometrik di Kemenag Kota Malang Terkendala Alat

Nampak petugas PHU Kemenag Kota Malang saat melakukan pemindaian biometrik wajah dan paspor salah satu CJH Kota Malang.
Nampak petugas PHU Kemenag Kota Malang saat melakukan pemindaian biometrik wajah dan paspor salah satu CJH Kota Malang.

MALANG (Lenteratoday) – Proses perekaman visa biometrik bagi calon jamaah haji (CJH) lunas tunda tahun 2020 di Kota Malang mulai diberlakukan tahun ini. Sayangnya, proses ini masih terkendala fasilitas alat rekam yang kurang memadai.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Mukhlis, mengatakan aplikasi Saudi Visa Bio hanya dapat diakses melalui smartphone dengan spesifikasi tinggi, sehingga keterbatasan alat tersebut dinilai menjadi kendala dalam proses perekaman biometrik CJH yang meliputi rekam wajah, sidik jari, dan pemindaian paspor CJH.

“Permasalahannya, ada orang yang sidik jarinya halus, biasanya yang sepuh (lansia). Kemarin ada 4 jamaah, pasangan suami istri, sangat halus (sidikjari) gak bisa kerekam dengan spesifikasi HP yang sementara kita miliki ini,” ujar Mukhlis, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media di Kantor Kemenag Kota Malang, Kamis (30/3/2023).

Sebelumnya, Mukhlis menerangkan bahwa dengan melakukan perekaman bio visa, makap ara jamaah yang akan berangkat tahun ini tidak perlu mengantre lama saat tiba di Bandara Makkah atau pun Madinah.

Kendati demikian, Mukhlis menuturkan bahwa Kemenag RI telah memberikan solusi, bagi CJH yang berusia 80 tahun keatas, tidak diwajibkan melakukan perekaman biometrik. Namun sebagai gantinya, lanjut Mukhlis, para CJH tersebut dapat menyertakan Surat Keterangan Dokter yang juga diunggah pada aplikasi Saudi Visa Bio.

“Tapi ada solusi dari pemerintah, orang yang jarinya patah atau sidik jarinya gak bisa kerekam, khususnya yang sepuh, nanti kita berikan surat keterangan dokter. Sehingga nanti di Saudi otomatis masuk,” imbuhnya.

Selain mengalami kesulitan saat melakukan perekaman biometrik sidik jari, Mukhlis juga menyampaikan bahwa smartphone yang digunakan oleh petugas PHU Kemenag Kota Malang, sukar untuk mendeteksi wajah CJH, terlebih bagi calon jamaah perempuan.

“Mungkin karena kurang canggihnya alat. Kalau alatnya canggih, kan yang penting retina mata sama alis terdeteksi, bukan kerudungnya. Tapi ternyata di lapangan, berdasarkan informasi dari teman-teman, yang di paspor dan foto kerudungnya gak sama, itu juga menjadi kendala,” jelas Mukhlis.

Menyikapi kendala-kendala yang ditemukan, Mukhlis mengaku masih banyak jamaah lansia yang merasa pesimis bisa berangkat tahun ini, mengingat bio visa merupakan syarat wajib yang telah diberlakukan pemerintah Arab Saudi.

Namun, Mukhlis meyakinkan pada para CJH Kota Malang, bahwa dengan usaha yang telah dilakukan, total 1.093 jamaah haji Kota Malang akan dapat terverifikasi bio visa, sehingga dipastikan berangkat di tahun ini.

“Kita terus akan ikhtiar, pokoknya pada hari H, semua jamaah itu semua sudah terekam pada bio visa. Jamaah kita edukasi bahwa ada solusi dan pasti berangkat. Jamaah tetap kita berimotivasi, yang sepuh-sepuh sudah lama antre. Solusi terakhir termasuk meminta surat keterangan dari RSUD bahwa sidik jari gak bisa kerekam,” urainya.

Salah satu mahasiswi PKL nampak membantu melakukan proses perekaman biometrik sidik jari bagi CJH lansia di Lantor Kemenag Kota Malang.

Lebih lanjut, Mukhlis menuturkan bahwa untuk sementara ini, pihaknya meminta bantuan dari para relawan di lingkungan Kemenag Kota Malang, untuk dapat meminjamkan smartphone yang dimiliki, guna membantu proses perekaman biometrik visa bagi CJH Kota Malang.

“Pokoknya yang HP-nya ada spesifikasi yang memenuhi kriteria, itu saya minta tolong agar bersedia membantu. Petugas yang kita training ada 2, tapi Alhamdulillah ada teman-teman yang membantu kita bahkan adik-adik PKL sukarela membantu kita. Sekarang ada sekitar 6 orang yang melayani perekaman,” terangnya.

Masih menurut Mukhlis, dari total 404 CJH lunas tunda tahun 2020. Masih sekitar 37 orang yang telah berhasil melakukan proses perekaman biometrik visa di Kemenag Kota Malang. Padahal di setiap harinya, kurang lebih 20 orang CJH lunas tunda tahun 2020, berdatangan untuk melakukan proses perekaman.

Maka dari itu, menurut Mukhlis, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa penyedia Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kota Malang yang diketahui telah memiliki alat perekaman biometrik, sehingga harapannya alat tersebut dalam mempercepat proses perekaman bio visa bagi CJH Kemenag Kota Malang.

“Ada 4 kelompok bimbingan yang punya alat scan sidik jari, nanti kita akan komunikasi untuk mempercepat. Merekakan nyambi biro umroh, nah umroh sudah diberlakukan perekaman bio visa. Sementara ini, kami masih pakai HP dari teman-teman relawan yang memenuhi spesifikasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.