05 April 2025

Get In Touch

Setelah Didemo Sopir Angkot, Pemkot Malang Ambil Kebijakan Contra Flow Hingga Subsidi BBM

Wali Kota Malang, Sutiaji di tengah kerumunan massa aksi penolakan Satu Arah Kawasan Kayutangan Heritage
Wali Kota Malang, Sutiaji di tengah kerumunan massa aksi penolakan Satu Arah Kawasan Kayutangan Heritage

MALANG (Lenteratoday) – Setelah ratusan sopir angkot menggelar aksi damai penolakan satu arah Kawasan Kayutangan Heritage, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang janji akan menerapkan kebijakan contra flow atau lawan arus khusus untuk angkutan kota, serta pemberlakuan subsidi bagi para sopir.

“Saya perintahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub), kita rapat untuk Forum Lalu lintas (Lalin). Mulai besok kita minta ada contra flownya, khusus 8 jalur ini. Jadi tetap diberlakukan 2 jalur bagi angkutan. Hari ini kami analisa, nanti malam ditancapkan buat rambu,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, ditemui usai berdialog bersama ratusan sopir angkot di halaman Balai Kota Malang, Senin (20/2/2023).

Untuk diketahui 8 jalur atau trayek angkutan kota yang dimaksud yakni, Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi (LDH), Arjosari-Dinoyo-Landungsari (ADL), Madyopuro-Karangbesuki (MK), Arjosari-Landungsari (AL), Hamid Rusdi-Arjosari (HA), Madyopuro-Mulyorejo (MM), Arjosari-Hamid Rusdi (AH), dan Arjosari-Tidar (AT).

Sutiaji menambahkan, rencana satu arah tidak mungkin dibatalkan. Sebab hal tersebut merupakan kebijakan yang diambil untuk kepentingan bersama. Namun pihaknya kembali menegaskan, mulai besok, Selasa (21/2/2023) khusus untuk angkot dapat tetap menggunakan dua jalur dalam penerapan uji coba satu arah ini dengan menggunakan skema contra flow.

Selain menerapkan kebijakan contra flow khusus untuk angkot, Sutiaji juga akan memberikan subsidi bagi para sopir angkot yang terdampak.

“Nanti Maret-April akan ada subsidi BBM, kami cairkan 600 ribu untuk dua bulan. Kedua, kami analisa efektifitas bus sekolah. Subsidi itu kira-kira nanti antara Rp 5 sampai 6 miliar. Yang merasakan (manfaat subsidi) biar semua sopir,” terang orang yang menduduki kursi N1 ini.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, sesuai dengan amanat Wali Kota, pihaknya segera melakukan rapat Forum Lalin untuk mencari solusi bagi sopir angkot.

“Yang paham adalah Forum Lalu lintas. Kami, Dishub ini hanyalah melaksanakan amanah apakah nanti Forum Lalin ini menyatakan secara teknis penerapan satu arah ini efektif, aman, nyaman, ini nanti forum yang menyatakan. Mengenai contra flow juga masih kami pertimbangkan nanti,” jelas Widjaja kepada awak media.

Widjaja juga mengungkapkan 2 skema subsidi yang bakal diberikan untuk sopir angkot terdampak satu arah. Pertama, yakni pemberian subsidi BBM yang menurutnya telah dikaji sejak bulan Januari lalu. Kedua, yaitu pengalihan anggaran dari hasil analisa keefektivan Bus Sekolah untuk digunakan kepada angkutan umum kota.

“Kita berbicara peraturan Menteri Dalam Negeri. Subsidi kepada sopir angkot yang terdampak inflasi. Kedua adalah dengan menggunakan subsidi dari hasil analisa terhadap bus sekolah. Jadi itu nanti akan dianalisa apakah selama ini bus sekolah efektif atau tidak. Katakanlah tidak efektif, maka akan dialihkan ke angkutan umum,” tukasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.