05 April 2025

Get In Touch

Urai Kemacetan Bromo-Semeru, Pemkot Batu Upayakan Pelebaran Jalan

Kemacetan di Jl. Bromo-Semeru, Kota Batu (Foto: Santi)
Kemacetan di Jl. Bromo-Semeru, Kota Batu (Foto: Santi)

BATU (Lenteratoday) -Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan segera melakukan pelebaran Jalan Bromo-Semeru (Brosem) yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Batu.

Pelebaran jalan yang akan membentang sepanjang 650 meter tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

“Anggarannya sekitar kurang lebih Rp 5 miliar. Itu ada pelebaran sekitar 650 meter untuk jalan Bromo-Semeru,” ujar Kadis PUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, Kamis (9/2/2023).

Alfi menambahkan, jalan alternatif yang semula memiliki lebar 6 sampai 7 meter tersebut akan diubah menjadi 10 sampai 12 meter. “Nanti kita tutup box culvert di saluran drainase yang di depan kelurahan Sisir itu. Kemudian kita Bay Pass menuju sungai Brantas. Lebar jalan dari eksisting 6 sampai 7 meter, kita lebarkan 10 sampai 12 meter,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ketika disinggung mengenai sisi mana saja yang akan diperlebar, Alfi mengaku akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Selain itu, pihaknya juga akan memperdalam volume drainase yang ada di jalan Brosem. Yakni dari kedalaman 1-2 meter menjadi 3 meter.

“Jadi ada yang pelebarannya kanan kiri, ada yang kanan atau kiri saja. Terus kemudian lebar drainase itu dari 1 sampai 2 meter, kita lebarkan jadi 3 sampai 4 meter. Kedalaman drainase eksisting 1 sampai 2 meter kita perdalam kurang lebih sekitar 3 meter,”

Sementara, terkait dengan pengerjaan. Alfi optimis bahwa kontrak proyek akan dimulai pada bulan April 2023 mendatang. Seusai dilakukannya lelang proyek pada bulan Maret nanti.

Terpisah, salah satu warga di wilayah Jalan Brosem, Junaedi mengaku, pihaknya tidak keberatan akan adanya pelebaran di jalan tersebut. Namun, Junaedi berharap agar Pemkot Batu lebih memperhatikan saluran drainase. Sebab, selain langganan macet, dikatakannya wilayah tersebut juga sering dilanda banjir.

“Gapapa (pelebaran jalan), asalkan memperhatikan saluran air. Drainase itu nomor satu. Kalau macet itu pasti. Dari pagi kan ada orang nganter anak sekolah, siangnya lengang, sorenya gini macet lagi. Malem Minggu tambah lagi macetnya. Ini kan jalur alternatif,” tegas Junaedi.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.