
JOMBANG (Lenteratoday) -Rehabilitasi Pasar Pon Jombang hingga kini belum juga rampung. Padahal proyek tersebut sudah molor dari tenggat waktu seharusnya pada 15 Desember 2022.
Akibatnya, ratusan pedagang yang selama proyek berjalan harus menempati lokasi darurat, kelimpungan. Sebab, selama menempati lapak sementara, omzet pedagang cenderung menurun.
”Jelas berpengaruh, omzet turun. Langgganan banyak banyak yang nyari-nyari,” kata Rony, pedagang Pasar Pon Jombang, Minggu (29/1/2023).
Di lokasi proyek, sejumlah pekerja terlihat sibuk mengejar keterlambatan pengerjakan pembangunan pasar berlokasi di Jalan Gatot Soebroto tersebut.
Rangka atap sudah terpasang, namun kondisinya baru sebagian tertutup. Padahal waktu pekerjaan yang diberikan pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang kepada rekanan tinggal kurang dari sepekan.
Saat ini, sejumlah pedagang menempati deretan lapak sementara terbuat dari kayu dan triplek. Sebagian pedagang memasang meja di depan lapak untuk menggelar dagangan karena ukuran lapak sementara terlalu sempit. Mereka menempati lapak darurat itu sejak Agustus 2022.
Bagian atas lorong lapak-lapak pedagang tersebut ditutup paranet hitam untuk mengurangi terik matahari sekaligus pelindung jika hujan turun.
Terhadap rehabilitasi pasar yang tak kunjung selesai, Rony mengaku kecewa. Menurutnya, waktu sosialiasi disampaikan, pekerjaan akan rampung sebelum akhir 2022, sehingga Januari 2023 sudah bisa ditempati pedagang.
”Sudah enam bulanan kami jualan di sini, teryata pembangunannya tak selesai-selesai,” keluh Rony.
Rony menyebut, selama berjualan di lapak sementara, omzet yang dia dapat dari jualan ikan segar menurun. ”Sebagian langganan saya mungkin tidak tahu tempat saya jualan,” bebernya.
Rustini pedagang lainnya juga mengakui, sudah enam bulan berjualan di tempat relokasi. ”Proyeknya nggak selesai-selesai, belum bisa pindah seperti dulu. Di sini sepi pembeli,” kata Rustini.
Dia mengaku belum mengetahui sampai kapan berjualan di lapak sementara. ”Belum ada pertemuan. Dulu waktu mau dipindah sering ada pertemuan, kini kesannya kami dibiarkan,” kata Rustini.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo belum bisa memberikan keterangan terkait progres pekerjaan proyek. ”Mohon maaf saya belum bisa konfirmasi,” tulis Suwignyo melalui pesan WA.
Proyek rehabilitasi Pasar Pon Jombang senilai Rp 3,9 tersebut sesuai kontrak kerja awal, yang dilaksanakan CV Satu Jaya asal Kabupaten Trenggalek seharusnya selesai 15 Desember 2022.
Sesuai rencana, nantinya ada sekitar 72 kios dan 7 toko serta 20 kios cadangan yang dibangun. Selain itu 75 lapak untuk lesehan
Sekda Kabupaten Jombang, Agus Purnomo meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) bersikap tegas terkait denda keterlambatan.
”Kita harapkan dengan tambahan waktu ini bisa segera diselesaikan, sehingga secepatnya bisa ditempati pedagang,” kata Agus Purnomo (*)
Reporter: sutono|Editor: Arifin BH