05 April 2025

Get In Touch

Fasilitas Taman Teluk Grajakan Rusak, Butuh Perhatian dari Pemkot Malang

Fasilitas mainan seluncuran anak di Taman Teluk Grajagan sudah tidak layak
Fasilitas mainan seluncuran anak di Taman Teluk Grajagan sudah tidak layak

MALANG (Lenteratoday) –Tampak bagus dan asri jika dilihat dari depan, Taman Teluk Grajagan nyatanya perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Fasilitas di bagian dalam taman tersebut terpantau rusak. Diantaranya, jembatan gantung, hingga seluncuran, termasuk juga aliran sungai kecil yang terlihat begitu keruh hitam pekat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya telah mengetahui adanya kerusakan pada fasilitas di Taman Teluk Grajagan, sejak tahun lalu. Namun, kendala keterbatasan anggaran menjadi kendala perbaikan belum bisa dilakukan.

“Jadi pemeliharaan fasilitas di taman tersebut pada tahun ini. Nanti akan ada upaya perbaikan dan perawatan untuk Taman Teluk Grajagan. Kita usahakan anggarannya tahun ini,” ungkap Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (27/1/2023).

Menurut Rahman Pemkot Malang akan menganggarkan Rp 5 miliar untuk perawatan semua taman yang ada di Kota Malang, termasuk Taman Teluk Grajagan. Saat ini terdapat total 98 taman dan 8 hutan kota, di Kota Malang.

“Perawatan di Taman Teluk Grajagan akan menjadi program prioritas kami. Kondisinya sudah setahun lalu rusak. Selain itu, juga ada Taman Singha di Kelurahan Merjosari dan Taman Simpang Balapan,” urainya.

Mengenai aliran sungai kecil yang telah tercemar di dalamnya, Rahman menyebutkan, hal tersebut merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

Rahman mengingatkan agar setelah dilakukannya perbaikan nantinya. Taman tidak disalahkangunakan untuk perilaku tindak asusila.

“Kami beri sanksi sosial seperti membersihkan fasilitas umum. Ke depan, kami upayakan juga agar taman-taman di Kota Malang ramah difabel dan lansia. Saat ini yang menjadi formatur inklusi ada di Taman Slamet,” tandasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.