05 April 2025

Get In Touch

Gandrung Sewu Warnai Pantai Marina Boom Banyuwangi

Penari menampilkan tarian Gandrung Sewu si Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2022). Foto/Sahlan Kurniawan/LenteraToday
Penari menampilkan tarian Gandrung Sewu si Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2022). Foto/Sahlan Kurniawan/LenteraToday

BANYUWANGI (Lenteratoday) - Sumunare Tlatah Blambangan dengan berlatar selat Bali, Penari Gandrung Sewu mewarnai Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2022). Total sebanyak 1.248 penari yang tampil dalam festival Gandrung Sewu 2022.

Event Banyuwangi Festival (B-Fest) yang masuk salah satu agenda pariwisata nasional dari Kementerian Pariwisata RI ini sempat tidak digelar selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

Gandrung sewu kali ini mengusung tema Sumunare Tlatah Blambangan yang bermakna Kilau Bumi Blambangan. Tema ini diambil sebagai spirit Banyuwangi bangkit seusai menghadapi pandemi.

Penari menampilkan tarian Gandrung Sewu si Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2022). Foto/Sahlan Kurniawan/LenteraToday

"Ini sesuai dengan tagline Banyuwangi, yakni Banyuwangi Rebound," ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Sabtu (29/10/2022).

Ipuk menambahkan event Gandrung Sewu yang digelar sejak 2012 itu, bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali pariwisata Banyuwangi.

"Sebagaimana instruksi Bapak Presiden, semuanya diminta untuk berwisata di dalam negeri, demi menjaga perekonomian bangsa. Untuk itu, kita perlu juga menyambut instruksi tersebut dengan baik. Salah satunya dengan menggelar event wisata yang terbaik," tambahnya.

Sesuai tema yang diusung, Sumunare Tlatah Blambangan yang bermakna Kilau Bumi Blambangan, berbagai fragmen akan digelar oleh ribuan penari.

Fragmen bakal mengisahkan tentang Banyuwangi semasa masih menjadi kawasan Kerajaan Blambangan. Kala itu, kerajaan dilanda wabah. Bahkan, sang putri raja bernama Dewi Sekardadu, terjangkit. Tak seorangpun mampu menyembuhkan. Hingga datang seorang ulama bernama Syekh Maulana Ishak ke Blambangan.

Fragmen tentang kedatangan Syekh Maulana Ishak yang berhasil menyembuhkan wabah di Blambangan inilah yang menjadi fragmen utama dalam Gandrung Sewu kali ini," papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda.

Diakui Bramuda, Gandrung Sewu terjeda pada 2020. Baru pada tahun 2021, Gandrung Sewu sempat dilakukan dengan konsep virtual di berbagai tempat. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga di sejumlah kota di Indonesia dan dunia dimana terdapat Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di tempat itu.

"Maka pada tahun ini, kita gelar secara langsung di Pantai Marina Boom pada 29 Oktober ini," terangnya.

Bram mengaku peserta pun antusias mengikuti ajang ini. Mengikuti event sebesar Gandrung Sewu memang memberikan kebanggaan sendiri bagi pesertanya. (*)

Reporter : Sahlan Kurniawan | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.