07 April 2025

Get In Touch

Asyiknya Menikmati Minuman Sugus Sambil Melihat Seni Recycle Busana di Asta La Vista

Hafiz Nurfahriah, pemilik kafe Asta La Vista, sekaligus sang mixologist.
Hafiz Nurfahriah, pemilik kafe Asta La Vista, sekaligus sang mixologist.

 

SURABAYA (Lenteratoday) - Kebebasan berkreasi menuangkan ide atau gagasan memang dibutuhkan oleh kaum muda. Hal ini disadari Kafe Asta La Vista yang terletak di Jalan Kutisari I no 15 Surabaya ini. Kafe unik ini pun menyediakan ruang bagi para seniman menampilkan karyanya.

Suasana Kafe Asta La Vista, malam itu, Jumat (23/9/2022), pukul 19.00 WIB sudah tampak ramai. Kafe di kawasan perumahan Jalan Kutisari I no 15 ini tengah menggelar acara pembukaan Custom, Culture, and Coffee (EC) Exhibition. Tidak hanya pengunjung kafe yang hadir di situ, namun juga para seniman juga turut hadir menambah semarak suasana. Ditambah lagi, adanya live musik dimainkan oleh sejumlah musisi Surabaya.

Hafiz Nurfahriah, pemilik kafe yang saat itu didampingi oleh Nabila Yasmin mengungkapkan, konsep Asta La Vista sendiri adalah kafe, yang sekaligus juga ruang bagi seniman menampilkan berkarya. “Ide awalnya memang sebuah kafe, yang juga menjadi panggung ekspresi bagi siapapun, seniman atau kaum muda untuk memamerkan karyanya,” ucap Nabila.

Meski baru dalam hitungan bulan berdiri, dengan menggandeng sejumlah komunitas kaum muda ini, kafe ini sudah menggelar sejumlah even seperti pemutaran film, pameran karya seni cukil, serta pameran sketsa.

Untuk para seniman yang ingin menampilkan karya di tempat tersebut, Hafiz mengatakan Asta La Vista terbuka bagi siapa saja, namun harus sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati bersama.

Dalam waktu dekat pun, Hafiz akan mengadakan listening room. Dalam program listening room ini, pengunjung dapat menikmati alunan musik tahun 1990an dengan cara tahun 1990an juga, yaitu dengan pemutaran kaset. “Jadi kalau anak muda sekarang ingin tahu lagu apa dan bagaimana orangtua kita mendengarkan musik, bisa datang ke Asta La Vista,” tambah Nabila.

Benda seni yang ditampilkan juga bisa berupa lukisan, sketsa, atau benda - benda lain yang diciptakan dan bernilai seni. Untuk kali ini, benda yang dipamerkan adalah sejumlah kaos dan busana yang diubah atau di-recycle. Brandon Frank salah satu anggota komunitas seni recycle busana, membenarkan hal ini. “Kaos, baju dan celana yang dipamerkan disini, memang di-recycle, untuk menjadi busana yang baru,” ucap pria muda ini.

“Berkreasi tidak harus di kanvas, bisa pula dituangkan dalam baju atau juga benda lain seperti pot bunga ini,” tambah pria yang akrab disapa Frank ini.

3C Exhibition ini tidak hanya menampilkan busana hasil recycle, namun juga memberikan beragam workshop, mulai dari workshop mewarna Anime, melukis kaos atau T-shirt, melukis totebag, hingga melukis pada pot bunga. Kegiatan ini digelar mulai Jumat (23/9/2022) hingga Minggu (2/10/2022).  

Meski menyediakan ruang kreativitas seni, Hafiz juga tidak melupakan kreasi pada menu makanan dan minuman yang diciptakannya. Pria muda ini juga mengungkapkan, bersama tim Asta La Vista, telah banyak melakukan eksplorasi kreatifitasnya pada menu makanan dan minuman yang disajikan di kafe tersebut. Di antaranya, kopi susu Asta dan Sugus, yang diramu khusus dengan cara mixology atau seni mencampur bahan minuman.  

Tak hanya itu, dalam setiap menu yang disajikan ada cerita di baliknya. “Permen sugus yang kita kenal di masa lalu, kini sudah jarang dikonsumsi orang. Tetapi kini ada bentuk baru untuk menikmati permen sugus ini, yaitu dalam bentuk minuman,” papar sang mixologist.

Reporter : Endang Pergiwati | Editor : Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.