
MALANG (Lenteratoday) – Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) kota Malang bekerjasama dengan SMK Prajnaparamita mengadakan pelatihan tata kecantikan terhadap 50 orang, Kamis (22/9/2022).
Titis Andayani, kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker kota Malang, menyebut bahwa prospek atau peluang pekerjaan di bidang kecantikan sebagai penata rias terbilang besar. Hal ini seiring dengan dengan semakin berkurangnya Covid-19 dan diizinkannya aktivitas dalam keramaian, seperti wisuda, dan hajatan.
“Jadi pelatihan tata kecantikan ini diikuti oleh 50 peserta pencari kerja yang berada di kota Malang dan terbagi menjadi 2 kelas. Tujuan dari pelatihan adalah kami ingin memberikan ilmu pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kompetensi di bidang tata kecantikan. Keramaian sudah diberikan izin, misalnya seperti wisuda, hajatan, kemudian juga ada karnaval yang sudah mulai diperbolehkan. Inilah peluang yang besar bagi para MUA,” ujar Titis Andayani, ditemui saat meninjau pelatihan di Maxone Hotel kota Malang, Kamis (22/9/2022).
Titis mengatakan, peserta yang telah mengikuti pelatihan mulai dari tanggal 19 hingga 24 September 2022 mendatang ini tentunya akan diberikan pendampingan dan diarahkan pada pasar kerja di bidang kecantikan.
“Pasti ada pendampingan. Setiap kami mengadakan pelatihan maka akan dibuatkan grup, di grup itulah kami terus melakukan komunikasi. Misalnya ada peserta yang mereka membutuhkan pendampingan untuk proposal TKM atau informasi pasar kerja, itu semua akan kita infokan lewat grup yang sudah dibuat,” paparnya.
Disisi lain, salah satu Beauty Consultant yang turut hadir sebagai juri, Vivi Dewi, menyebutkan beberapa kompetensi yang diberi dan diujikan kepada para peserta diantaranya adalah make up daily (riasan sehari-hari), make up party (riasan formal), dan make up panggung.
“Kebetulan kalau hari ini materinya make up panggung. Jadi bagaimana agar kita bisa terlihat lebih mewah di atas panggung, ketika bermain dengan banyak sorot lampu di panggung. Misalnya ketika nanti merias seorang MC, atau penampil di panggung. Kalau kemarin adalah materi permulaan, nah untuk hari ini peserta lebih ke pemantapan bagaimana look dari make up panggung yang terkesan dengan make up mewah dan besar,” jelas Vivi.
Sementara itu, Dhyan Indah, salah satu peserta pelatihan mengaku ingin memanfaatkan sertifikat pelatihan yang diperolehnya untuk dapat membuka jasa tata rias kecantikan. Ia juga menyampaikan banyak menerima pengalaman dan pengetahuan baru tentang make up, terlebih pada area riasan mata.
“Saya disini mendapat ilmu baru misalnya mixing dan blending warna yang benar untuk riasan mata. Rencana ke depannya saya ingin membuka usaha MUA sendiri agar ilmunya dari sini juga bermanfaat. Karena saya melihat peluangnya di usaha jasa MUA ini juga cukup besar. Sekarang covid juga sudah berkurang, jadi kita sebagai MUA bisa untuk mencari peluang misalnya di acara karnaval atau acara-acara seremonial dan acara keramaian,” tutup Dhyan.
Selain pendampingan dari Disnaker kota Malang setelah selesainya program pelatihan, 50 peserta yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi tata kecantikan tersebut nantinya juga akan mendapatkan satu set alat make up, dan sertifikat LSP. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi