
SURABAYA (Lenteratoday) - Sebuah lakon Zero yang dipentaskan di Gedung Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada Sabtu (10/9/2022) malam, telah memberikan inspirasi kepada para penonton. Bukan hanya soal bagaimana seharusnya manusia berkawan dengan alam yang menjadi tema besar pentas ini, tetapi juga soal bagaimana mengkomunikasikan tema besar tersebut kepada generasi muda para pelajar masa kini.
Pentas Zero ini dibuka dengan tarian modern sejumlah gadis remaja telah mengantarkan penonton pada keceriaan dunia anak muda. Adegan dilanjutkan dengan 5 orang yang tengah bermain peran atau cosplay menjadi hewan kesayangan mereka, ada kucing, ayam, macan, kera, dan kelinci. Keberadaan hewan tersebut dijaga oleh Pak Dalang.
Konflik terjadi saat muncul tiga orang yang berperan sebagai perusak. Mereka akan menjadikan hutan sebagai perumahan, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan tempat hiburan.
Untuk ending, sutradara Fachruddin Nurcholis memilih kemenangan di pihak Pak Dalang. Para perusak akhirnya sadar dengan akibat yang ditimbulkan, dan bersatu dengan para binatang untuk menjaga alam.
Tema menjaga lingkungan yang diusung dalam pentas teater kali ini menghadapi dua tantangan sekaligus. Pertama, bagaimana menyampaikan pesan kepada audien dan para aktor sebagai penyampai pesan yang notabene adalah para pelajar, mampu membawa audien pada tingkat pemahaman yang diharapkan.
Menariknya, para aktor Zero tersebut berhasil menyelesaikan dua tantangan tersebut.
Meski diakui oleh sutradara yang akrab dipanggil Cholis ini bahwa dirinya tidak menemukan banyak pelajar di Kota Surabaya ini yang masih tertarik untuk berteater. "Ini dilihat dari beberapa even lomba yang lebih banyak dimenangkan oleh pelajar di luar Kota Surabaya," ucap Cholis.
Namun melalui pementasan naskah drama remaja yang ditulis oleh Putu Wijaya ini, dirinya optimis dapat mengajak para remaja itu, melalui pembinaan dari Teater Kakilangit, untuk menyukai teater. "Paling tidak, saya ingin membawa teater dalam dunia para pelajar dengan cara yang menyenangkan. Berteater itu menyenangkan. Itu dulu yang kita hadirkan," ucapnya.
Hal yang senada disampaikan Pimpinan Produksi Nuurul Izzah Bahalwan. Alumni Unesa ini juga menyampaikan pesan utama tentang menjaga lingkungan kepada para remaja. Pentas ini pun menjadi sebuah langkah nyata untuk para pelajar agar turut menjaga alam sekitar, seperti yang disampaikan gadis muda ini akan dibutuhkannya langkah kecil dari setiap individu untuk turut menjaga lingkungan.
Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati