20 April 2025

Get In Touch

Profil Muhamad Mardiono, Plt Ketum PPP Pengganti Suharso Monoarfa

Muhammad Mardiono Plt Ketum PPP pengganti Suharso Monoarfa (Ant)
Muhammad Mardiono Plt Ketum PPP pengganti Suharso Monoarfa (Ant)

JAKARTA (Lenteratoday) -Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkan Muhamad Mardiono sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PPP untuk sisa masa bakti 2020 - 2025.

Keputusan tersebut ditetapkan pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP yang digelar pada hari ini, Senin (5/9/2022). Mardiono menggantikan Suharso Monoarfa yang telah dilengserkan dari jabatannya Ketum PPP oleh Mahkamah Partai.

"[Mukernas] mengukuhkan saudara H. Muhamad Mardiono sebagai Plt Ketua Umum DPP PPP sisa masa bakti 2020 - 2025," ungkap Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman M. Tokan, Senin (5/9/2022).

"Saya menerima amanah yang diputuskan dalam rapat pengurus harian untuk mengisi jabatan Plt. Ketua Umum PPP. Atas dukungan dan doa para kiai yang ada di majelis ini, bismillah saya akan bekerja keras agar PPP bisa bangkit di Pemilu 2024," kata Mardiono di Jakarta, Senin (5/9/2022).

Mardiono dipilih melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) bertemakan "Konsolidasi dan Sukses Pemilu 2024". Mukernas tersebut dihadiri ketua dan sekretaris dari 27 DPW PPP se-Indonesia.

Sementara itu, Ketua Majelis Syariah PPP Mustofa Aqil Siradj mengatakan keputusan itu diambil atas usulan berbagai pihak. Dia pun berharap keputusan itu bisa bermanfaat dan lebih baik untuk partai.

"Kami tidak bisa menahan gejolak protes, suara, dan usulan dari berbagai pihak. Tidak kurang dari 10 kali pertemuan kami adakan untuk menanggapi gejolak ini. Keputusan ini semata-mata merespon kiai dan berbagai pihak," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Kehormatan PPP Zarkasih Nur mengaku tidak ada kebencian terhadap pemimpin sebelumnya, yakni Suharso Monoarfa.

Ke depannya, menurut dia, kepemimpinan PPP akan dilakukan penuh kebersamaan, persatuan, dan kasih sayang; sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih makmur, sejahtera, dan rakyat menjadi umat yang rahmatan lil alamin.

"Kami tetap berhubungan baik, tidak ada yang menaruh kebencian ataupun kemarahan, tetapi dalam menghadapi masalah sekarang ini kami mengharapkan Suharso melepas tugasnya sebagai Ketua Umum PPP," tegasnya.

Sebelumnya, Majelis PPP telah dua kali mengirimkan surat kepada Suharso dan memintanya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PPP. Namun, Suharso tidak kunjung menanggapi surat tersebut.

Selain itu, ada pula rentetan aksi yang meminta Suharso mundur dari jabatannya, antara lain dari para santri, kader PPP, hingga para pecinta kiai. Aksi tersebut merupakan buntut dari ucapan Suharso terkait "amplop kiai" dan hal lain yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART PPP.

Profil Mardiono

Berdasarkan berbagai sumber yang dihimpun, Mardiono merupakan pria kelahiran Yogyakarta, 11 Juli 1957. Selain jadi Plt. Ketum PPP, Mardiono juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak Desember 2019.

Mardiono juga dikenal sebagai seorang pengusuaha sukses. Dia memiliki usaha bernama Buana Centra Swakarsa (BCS) Group yang bergerak di bidang jasa logistik dan beberapa bisnis lainnya.

Keterampilan bisnis membuat Mardiono terpilih jadi Ketua Bidang Industri dan Perdagangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Banten periode 2002 – 2007. Lalu, pada 2007 – 2017 dia terpilih jadi Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Banten.

Mardiono merintih karir politiknya di PPP. berkarir politik di PPP, Mardiono pernah jadi Ketua DPW Provinsi Banten, Bendahara Partai, Wakil Ketua Umum, Ketua Majelis Pertimbangan, dan akhirnya Plt. Ketua Umum.

Pada 2017, PPP ingin mengusung Mardiono untuk jadi calon gubernur Banten. Namun, pria 65 tahun tersebut menolak.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman elhkpn.kpk.go.id Mardiono memiliki harta dengan total Rp 1.270.883.511.147 atau Rp1,27 triliun (*)

Editor: Arifin BH, dari berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.