
I Gede Alfian Septamiarsa, S.Sos, M.I.Kom,
PRAJA Muda Karana atau sering disingkat Pramuka merupakan organisasi kepemudaan yang terstruktur dengan kurikulum luar biasa. Tahapan untuk mencapai tingkatan paling tinggi tertata dengan apik. Siapa yang berada di dalamnya pun bukan sembarang orang. Pramuka bahkan kerap membawa nama harum bangsa.
Setiap praja memiliki janji suci yang ditanamkan sejak dini. Mereka menjalankan aktivitas dengan berorientasi pada bhakti pada semua aspek. Sepuluh atau dasa dharma menjadi pedoman keorganisasian yang didoktrin secara keberlanjutan. Dengan begitu produk Pramuka memiliki kualitas yang unggul.
Kegiatan Pramuka memiliki manfaat dan tujuan bagi bangsa Indonesia untuk mencetak generasi yang cinta lingkungan dan berjiwa pemimpin demi masa depan bangsa. Kini, tantangan besar yang dihadapi Pramuka adalah perkembangan digital pada semua lini usia. Penggunaan digital pun telah menyentuh berbagai sektor.
Namun, bagaimana gerakan pramuka tersebut mampu menyesuaikan diri dalam perkembangan era digital seperti saat ini?
Pramuka bersaing dengan digital yang mempengaruhi pola pikir, pola pergerakan, serta pola interaksi sosial pemuda masa kini. Kurikulum yang sudah tertata dituntut mampu mengadaptasi sistem digital agar mampu menjadi agen perubahan atau The Agend of Change.
Oleh karena itu, pramuka hendaknya mengikuti perkembangan zaman, tidak terkesan kuno pada era komunikasi digital, serta dapat menangkap fenomena yang ada di masyarakat.
Kita menyadari bahwa pada era digital ini, teknologi dan informasi berkembang begitu deras merasuk ke setiap sendi kehidupan manusia terutama anak-anak milenial.
Teknologi itu ibaratnya pisau bermata dua, memberikan dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Utamanya bagi kaum muda yang masih tergolong belum bijak dalam menggunakan teknologi. Kelekatan berlebihan dengan gawai akan membuat generasi muda semakin sulit diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan melatih diri dan ekstrakurikuler sekolah.
Pramuka yang kini dalam kesehariannya berkecimpung atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, hendaknya mampu menularkan keterampilannya kepada keluarga dan masyarakat yang tinggal di sekelilingnya.
Pramuka adalah generasi muda luar biasa yang terus bergelut dengan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga kehadiran TIK ini dapat dimanfaatkan Pramuka untuk membangun sistem informasi desa yang baik hingga mengembangkan usaha secara online.
Meski demikian, Pramuka tidak boleh kehilangan jati dirinya dengan dasa dharmanya. Dasa dharma ini wajib dipahami dan dihafal bagi seluruh anggota Pramuka. Tujuannya, dasa dharma ini diharapkan menjadi pedoman sekaligus acuan seluruh anggota Pramuka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam pengertiannya, dasa dharma Pramuka artinya sepuluh kebajikan yang menjadi pedoman bagi Pramuka dalam bertingkah laku sehari-hari.
Dharma pertama yaitu taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam implementasinya, Pramuka selalu taat melaksanakan ibadah dan ajaran dari agamanya masing-masing, serta menghormati orang beragama lain.
Dharma kedua yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Salah satu bentuk penerapan dharma kedua, sebagai bentuk pelestarian alam, Pramuka menanam bibit pohon. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah erosi. Pramuka juga bisa mengingatkan masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya.
Dharma ketiga yaitu patriot yang sopan dan ksatria. Sebagai Pramuka dalam menerapkan dharma ketiga ini, ketika memiliki kesalahan harus berani mengakuinya. Ketika di lingkungan sekitarnya, sopan santun harus diterapkan.
Patuh dan bermusyawarah menjadi dharma keempat dalam dasa dharma Pramuka. Contohnya adalah dengan membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan, menghargai ide dan gagasan orang lain.
Rela menolong dan tabah merupakan dharma kelima dalam dasar dharma Pramuka. Sebagai seorang Pramuka, tolong menolong menjadi hal yang wajib dimiliki. Dengan membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta, atau sekedar membantu menyeberang jalan.
Dasa dharma Pramuka keenam yaitu rajin, terampil, dan gembira. Ketiga hal tersebut menjadi sifat yang dimiliki Pramuka dalam
kesehariannya. Dan ini bisa dimulai dari hal kecil misalnya menyusun jadwal kegiatan sehari-hari. Di keorganisasi bisa juga menyusun jadwal kegiatan rutin dan tahunan dalam kepramukaan. Dalam berorganisasi di Pramuka, riang gembira dengan teman-temannya.
Hemat, cermat dan bersahaja merupakan dasa dharma Pramuka yang ketujuh. Hemat bukan berarti kikir, tetapi tidak juga menuruti keinginan untuk konsumtif. Sehingga Pramuka bisa mulai belajar menabung dari uang saku yang diberikan orang tua. Dalam menggunakan waktu, seorang Pramuka harus tepat dan cermat mengelolanya. Kapan harus sekolah, istirahat, makan, latihan dan bersosialisasi denga teman-teman sebaya.
Disiplin, berani dan setia menjadi dasa dharma Pramuka yang kedelapan. Contohnya yang bisa diterapkan para Pramuka diantaranya selalu bangun pagi dan disiplin mengerjakan tugas-tugas rumah dan sekolah. Setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan butir-butir dalam Pancasila, dan sebagainya. Berani mengambil tindakan yang benar ketika terjadi permasalahan.
Dasa dharma yang kesembilan yaitu bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Yang dapat dilakukan yaitu sebagai Pramuka harus bisa menepati waktu yang sudah ditentukan, belajar untuk selalu mengatakan yang sesungguhnya atau jujur. Ketika menemui temannya melakukan kesalahan atau bahkan dirinya sendiri harus mau mengakui kesalahannya.
Untuk dasa dharma yang terakhir yaitu suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Sebagai penerapannya, sebelum bertindak atau berkata, Pramuka harus memikirkannya dengan matang dampak positif dan negatifnya.
Kesepuluh dharma ini akan semakin lengkap dengan penerapan teknologi digital yang tepat bagi Pramuka. Sikap yang tertanam dalam kegiatan latihan Pramuka bisa menjadi bekal saat menghadapi situasi era digital seperti sekarang ini. Sikap tersebut, yakni siap menghadapi tantangan, adaptasi, waspada, dekat dengan alam, dan jiwa petualang.
Dengan demikian Pramuka tidak hanya mengamalkan dasa dharma di kehidupan sehari-hari, namun juga menjadi “agen of change” yang aktif menyampaikan pesan-pesan positif melalui media sosial. Sosok pramuka yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya tentu tidak akan menyebarluaskan berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat.
Selain itu, Pramuka dapat mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan perekonomiannya, maupun melakukan upaya pendampingan langsung ke masyarakat. Misalnya, mengajarkan masyarakat di desa untuk berjualan online. Pramuka semakin bisa mengembangkan digital di masyarakat, kebangkitan ekonomi rakyat pun dapat tercapai. Selamat Hari Pramuka.
Penulis : I Gede Alfian Septamiarsa, S.Sos, M.I.Kom, Pranata Humas Ahli Muda / Sub Koordinator Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Jatim