
SIDOARJO (Lenteratoday) - Perempuan Penulis Padma (PERLIMA) Cabang Sidoarjo menggelar ‘Malam Sastra Perlima’ dengan menyajikan pertunjukan sastrawan Surabaya dan Sidoarjo di Rumah budaya Malik Ibrahim, Jl. Malik Ibrahim Nomor, 39 Pucanganom Sidoarjo.
Wina Bojonegoro, salah satu pendiri PERLIMA menjelaskan Malam Sastra PERLIMA diadakan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas dengan mengambil momentum kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam kegiatan ini juga digelar bedah buku “Rumah Berdinding Kisah” yang ditulis berdasarkan kisah kehidupan dari 23 anggota PERLIMA. “Ketika kehidupan dibaca oleh perempuan, ketika perempuan menulis dirinya sendiri dan dituangkan dalam sebuah karya, dengan perspektif perempuan,” ucap Wina saat ditemui disela-sela kegiatan Malam Sastra PERLIMA, Sabtu (13/08/2022).
Tentang PERLIMA ini sendiri berdiri pada 30 Maret 2021. “Berawal dari kelas menulis perempuan, kemudian terus berkembang dengan 99 anggota yang tersebar di seluruh daerah,” tambah Wina.
Dalam satu tahun terakhir, PERLIMA sudah melahirkan dua buku, pertama Covad-Covid Bungkusan Boyband dan Menunggu Kabar Baik. Sementara buku Rumah Berdinding Kisah bercerita tentang kisah nyata dari 23 penulis yang sudah diterbitkan pada bulan Juli lalu.
Selain itu, parade busana kebaya juga digelar di Malam Sastra PERLIMA di Rumah budaya ini. Wina menyebut parade kebaya ini untuk mengekspresikan diri bagi para perempuan hebat. “Kata Oka Rusmini, perempuan harus dirangkul dengan gaya party-party. Nah ini gaya party-party itu,” katanya
Dalam memeriahkan Malam Sastra PERLIMA juga turut hadir para penyair, dan seniman serta penulis di antaranya Sunlie Thomas Alexander, Pemenang Anugerah Cerpen Kompas, Ribut Wijoto, Penyair dan Komite Sastra Dekesda, dan Henry Nurcahyo yang dikenal sebagai aktivis Budaya Panji.
Menurut Ribut, buku ini tampaknya menghadang arus zaman. “Buku ini mengajak perempuan untuk menulis dirinya sendiri. Dan tidak sekadar mengajak tetapi sekaligus memberi tutorial, memberi ilmunya menulis,” katanya.
Acara juga diramaikan dengan orasi budaya, parade kebaya dan musikalisasi puisi oleh beberapa komunitas di Sidoarjo, antara lain: Forum Lingkar Pena, Pena Perajut Aksara, dan banyak lagi.
Reporter : Nur Hidayah | Editor : Endang Pergwati