Sebanyak 906 Siswa dan 123 Guru di Malang Raya Ikuti Seminar Pendidikan Kesehatan dari FK-UB

MALANG (Lenteratoday) – Sebanyak 906 siswa-siswi dan 123 guru dari 25 SMA di Kota dan Kabupaten Malang mengikuti seminar kesehatan secara daring mengenai pendidikan kesehatan dan keterampilan medis dasar yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) pada hari Sabtu (16/7/2022).
“Pertimbangannya, anak SMA ini kan mereka termasuk yang melek gadget, mereka juga terdidik jadi bisa menjadi agen informasi, entah itu memberi informasi kepada saudara atau teman-temannya. Kemudian alasan lain adalah masih banyaknya mitos-mitos atau informasi yang salah tentang kesehatan yang beredar luas dimasyarakat dan di bebas di akses dari internet,” penjelasan dari Dr. Safrina D. Ratnaningrum, S.Si., M.Si.Med, selaku Ketua tim Pengabdian Masyarakat, ketika ditemui di ruangannya di Departemen Keilmuan Anatomi, Senin (25/7/2022).
Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini menjadi harapan agar meningkatkan pengetahuan dikalangan masyarakat luas, terutama siswa SMA beserta Bapak dan Ibu guru.
Adapun materi yang disampaikan adalah seperti Posisi Tubuh yang Ergonomis saat Aktivitas Sekolah disampaikan oleh dr. Hafishtyawan Maulidyananta Agdana, M.Biomed; Ayo Lawan Obesitas disampaikan oleh dr. Bambang Prijadi, M.S; Medication Overuse Headache yang disampaikan oleh dr. Aris Widayati, Sp.S; Mengenal Informasi Gizi Jajanan oleh dr. Harun Al Rasyid, M.PH; Lindungi Dirimu dari Infeksi Menular Seksual dengan pemateri dr. Aulia Rahmi Pawestri, Ph.D.(Trop.Med.); Anti Narkoba yang disampikan oleh Prof. Dr. dr. Nurdiana, M.Kes; Kanker, Kenali dan Waspada oleh dr. Rose Khasana D, Sp.PA; Adiksi Internet, Gawai, dan Zat Addiktif oleh dr. Frilya Rachma Putri; Saya Terdidik, Saya Bijak Menggunakan Anti Mikroba dengan pemateri dr. Yuanita Mulyastuti, M.Si; Sakit, Googling Aja Gitu? disampaikan oleh dr. Thareq B, MT; An Overview of English in Medical Education disampaikan oleh Dr. Diah Royani Meisani, S.S., M.Pd; serta Cegah & Kenali Kekerasan Seksual pada Remaja yang disampaikan oleh dr. Dwi Fitrianti Arieza Putri, Sp.FM.
“Sistemnya jadi bukan siswa yang memilih materi akan tetapi kami yang mengundanglah yang menyediakan materinya. Jadi kami sudah menentukan dari 12 ruang zoom meeting terbagi dari 6 sesi pagi dan 6 sesi siang. Misalnya seperti SMAN 1 Malang meeting di room 1, kemudian SMAN 4 di room 2, dan seterusnya. Kecuali di room 11 dan 12 itu terdiri dari 3 SMA,” ucap Dr. Safrina menjelaskan mekanisme kegiatan seminar.
Lebih lanjut, Dr. Safrina D. Ratnaningrum, S.Si., M.Si.Med, juga menjelaskan kapan kegiatan ini mulai dicetuskan. Menurutnya, ini merupakan gagasan dari Sekretaris Jurusan pada saat itu yang menginisiasi untuk mengadakan sesuatu yang mana penyebaran infonya massal, mengingat profesi dokter ini banyak diperlukan dimasyarakat.
“Kita juga terinspirasi dari kegiatan diesnatalies tahun lalu yang juga massal, hanya saja waktu itu belum melibatkan anak SMA, jadi masih dari kalangan profesi dokter saja,” imbuh Safrina.
Ketika disinggung mengenai materi apa yang paling banyak menarik perhatian siswa, Dr. Safrina menjelaskan bahwa respon positif siswa didalat dari isian questioner.
“Jadi, kita melihat respon siswa ini bukan dari antusiasme per materi, melainkan dari questioner yang sudah kita sediakan, apakah menarik, apakah tidak, dan sebagainya,” jelasnya.
Terakhir, Dr. Safrina menyatakan bahwa agenda lanjutan kemungkinan akan diadakan satu tahun sekali di bulan Juni/Juli ketika siswa liburan sekolah. Ia juga menceritakan bahwa antusiasme dari Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah (MKKS) se Kabupaten dan Kota Malang terbilang positif.
“Ada yang meminta agar kegiatan nantinya dilakukan secara luring, terutama untuk materi pelatihan bantuan hidup dasar seperti cara memberikan Resusitasi Jantung Paru atau yang lebih dikenal dengan sebutan CPR,” lanjut Dr. Safrina mengenai harapan yang disampaikan oleh beberapa kepala sekolah untuk kegiatan selanjutnya.
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Endang Pergiwati