05 April 2025

Get In Touch

Dua Tahun Vakum, Mas Dhito Berangkatkan Kirab Ritual 1 Suro di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo

Dua Tahun Vakum, Mas Dhito Berangkatkan Kirab Ritual 1 Suro di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo

KEDIRI, (Lenteratoday)-Setelah dua tahun absen kirab upacara ritual 1 Suro memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam, kembali diadakan di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo, Sabtu (30/7/22). Upacara adat dimulai dari Desa Menang, Kecamatan Pagu itu diberangkatkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito.

Ritual tersebut menunjukkan Kejayaan Kerajaan Kediri tak lepas dari kemasyhuran Prabu Sri Aji Joyoboyo. Raja yang memerintah pada 1135-1157 Masehi itu namanya begitu dikenal luas masyarakat jawa bahkan Nusantara salah satunya lewat kirab Jangka Jayabaya. Raja Joyoboyo dengan kejernihan batin, dipercaya mampu melihat jauh ke depan, membaca peristiwa atau gejala alam dengan menembus dimensi waktu ratusan hingga ribuan tahun mendatang.

“Saya selaku kepala daerah sangat men-support kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk instropeksi diri, melihat apa yang sudah kita lakukan dan akan kita lakukan," kata Mas Dhito, Sabtu (30/7/2022). Upacara adat yang pertama kalinya digelar setelah dua tahun tak diadakan akibat pandemi Covid-19 itu pun menarik minat masyarakat untuk datang. Sepanjang jalur dipenuhi masyarakat yang ingin melihat lebih dekat prosesi kirab.

Usai melakukan prosesi di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo, kirab dilanjutkan menuju Sendang Tirto Kamandanu yang berjarak sekitar 200 meter. Sendang ini disebut patirtan, atau mata air yang dianggap suci dan digunakan pada masa pemerintahan Prabu Sri Aji Joyoboyo.
Sendang Tirto Kamandanu yang tetap dilestarikan hingga saat ini berdasarkan keyakinan masyarakat digunakan Prabu Sri Aji Joyoboyo bersuci sebelum parama mokhsa atau kembali menghadap Tuhan beserta raganya.

"InshaAllah Pemkab Kediri akan memperbaiki, tempat kaputren maupun untuk yang putra, itu nanti akan kita rehab," ucap Mas Dhito. Chatarina Etty, perwakilan dari Yayasan Hondodento Yogyakarta yang merupakan pemrakarsa dan pemandu prosesi upacara mengakui dua tahun selama pandemi kirab 1 Suro tidak dapat diadakan.

Beruntung, tahun 2022 ini upacara kirab 1 Suro sudah diperbolehkan diadakan sehingga dapat membangunkan kembali semangat berbudaya masyarakat. "Dengan peringatan 1 Suro ini kita sangat berharap masyarakat di Nusantara guyub rukun, toleransi dan gotong royongnya semakin tinggi," tuturnya.

Dia meyakini peserta yang mengikuti upacara ritual 1 Suro sangat peduli dengan budaya di Nusantara. Dia berharap, semua dapat belajar dari keteladanan Prabu Sri Aji Joyoboyo yang merakyat, membawa kebaikan kepada rakyat dan kemakmuran bagi kerajaannya.

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.