

SAYA bersama kawan-kawan satu regu melaksanakan umrah sunah pada Sabtu malam (30//7/2022). Regu kami beranggotakan orang 6 jamaah. Terdiri suami istri. Sekitar pukul 21.00 waktu setempat berangkat dari Hotel Arkan Bakkah tempat tinggal selama di Makkah.
Rombongan mengambil miqat di Masjid At Tan'im, berangkat menggunakan dua taxi berangkat ke sana. Setelah itu menuju Masjidil Haram.
Di tengah perjalanan sopir taxi minta untuk berhenti makan malam. Tentu kami tolak karena sudah terlalu malam. Ternyata sopir terus memaksa dan minta berhenti di toko kecil untuk beli roti dan snack. Rupanya si sopir ini benar-benar lapar.
Secara berkelakar seorang anggota regu bilang, "Arek iki gak duwe wedi (sopir ini gak punya rasa takut)" Tentu sang sopir gak paham bahasa Indonesia. Sempat terheran. Ada juga pelayanan taxi model begini.
Sampai di Masjidil Haram kami melaksanakan thawaf. Di pelataran Kabah saya melihat aktivitas para pertugas masjid. Mereka mulai bersiap mengganti kiswah (kain penutup Kabah).
Pergantian kiswah dilakukan dengan cara dikerek di setiap dinding Kabah menutupi yang lama. Selanjutnya kain kiswah lama dilepas dengan cara diturunkan.
Pergantian dimulai dengan melepas dan memotong tiap tali yang mengikat antarsisi kiswah yang menyelubungi Kabah. Setelah semua tali pengikat itu terpisah, kiswah lama tinggal dilepas dari atas ke bawah.
Proses selanjutnya adalah membawa kiswah baru yang diangkut truk dari pabrik pembuat kiswah yaitu Majma' Malik Abdul Aziz li Kiswatil Ka'bah Al-Musyarrafah di Makkah.
Kiswah yang tergulung itu digotong oleh para teknisi ke dalam Masjidil Haram dengan penjagaan ketat. Suasana di masjid terbesar di dunia itu memang sudah dikondisikan oleh para tentara (askar) agar proses pergantian kiswah berlangsung lancar.

Ini kali pertama penggantian dilakukan 1 Muharram, atas perintah Raja Salman. Selanjutnya penggantian akan terus dilakukan pada 1 Muharram.
Tempat pembuatan Kiswah Kabah berada di salah satu pusat peradaban di Makkah. Di dalamnya, tergabung sekitar 220 teknisi, seniman Arab Saudi yang ikut bekerja dalam membuat kiswah.
Kiswah terbuat dari kain sutera berwarna hitam yang dihiasi kaligrafi dan Asmaul Husna yang disulam benang emas dan perak dengan bentuk yang berbeda-beda, ada yang kotak, panjang, dan lainnya. Kiswah penutup Kabah berukuran 6,3 m x 3,3 m.
Bahan itu terdiri dari 760 kg sutra Italia, serta 120 kg emas dan 100 kg perak dari Jerman. Kiswah pernah dibuat di Mesir dan India, sebelum akhirnya diproduksi di Makkah Al-Mukarramah.
Kami beruntung bisa menyaksikan penggantian kiswah ini secara langsung saat masih di tanah suci. Satu lagi keistimewaan berhaji tahun ini yang kami peroleh.
Sebuah pengalaman baru menyaksikan kejadian ini. Bisa jadi sopir yang kelaparan ini membawa keberuntungan. Kedatangan kami lebih lambat sampai di masjid sehingga bisa menyaksikan langsung kejadian tadi malam.
Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH