07 April 2025

Get In Touch

Fenomena "Kamar Barokah" Perjalanan Haji

Kamar Barokah di lantai 13 Hotel Arkhan Bakkah. Makkah
Kamar Barokah di lantai 13 Hotel Arkhan Bakkah. Makkah
Dr. Aryo Nugroho, M.T.

DURASI perjalanan pulang dan pergi berhaji jamaah Indonesia perlu waktu hingga 40 hari lamanya.

Perjalanan ibadah pada umumnya dilakukan oleh suami istri. Namun tidak jarang, ada juga jamaah beribadah seorang diri.

Bagi suami-istri, terutama bukan haji khusus, dipastikan tidak diperbolehkan menempati satu kamar secara bersamaan. Aturan yang berlaku, antara jamaah pria dan wanita kamarnya dibedakan.

Selama berhaji (dan umrah) berlaku larangan: tidak boleh berhubungan layaknya suami-istri. Larangan tersebut memang bertujuan demi ibadah, sekaligus membatasi ruang gerak para jamaah.

Namun segala larangan ini berlaku selama puncak haji atau saat berumrah saja. Setelah itu segala aturan mulai longgar.

Agak ekstrem dikatakan, banyak waktu yang tersedia menggugurkan aturan-aturan tadi. Saat itulah kebutuhan bagi suami istri ini boleh dijalankan.

Selama manasik haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nurul Hayat, persoalan tersebut mengemuka.

Bahkan sudah pernah disampaikan secara terbuka kepada para jamaah. Lantaran karena sedang manasik, maka persoalan "kebutuhan" suami istri tersebut belum terpikir.

Nah, ketika puncak haji sudah usai, para ketua regu memberikan pengumuman. Mereka boleh mengatur kamar mereka, bisa dipakai suami-istri yang membutuhkan. Kamar tersebut diberi nama "kamar barokah".

Istilah "kamar barokah" sudah banyak diketahui secara umum. Para jamaah dapat membuat perjanjian kapan waktunya penggunaaan "kamar barokah". Masing-masing penghuni kamar tahu sama tahu.  

Contohnya: sebuah kamar akan digunakan oleh sepasang suami istri. Maka penghuni kamar lain diarahkan untuk melakukan aktivitas di luar kamar. Waktunya bisa dilaksanakan antara maghrib hingga isya atau subuh hingga terbit fajar.

Seorang jamaah berkelakar. Jika dirinya kepergian dan berdiam diri di Masjidil Haram bisa berdampak ganda. Selain mendapatkan pahala karena beribadah di masjid, dia dapat pahala karena memberi kesempatan "kamar barokah".

Apa saja yang dilakukan di "kamar barokah"?

Tentu hanya pasangan suami istri yang tahu. Fenomena ini sering juga digunakan untuk bercengkerama secara lebih intens ataupun memijat pasangan yang kurang sehat karena perbedaan cuaca (*)

Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.