
MALANG (Lenteratoday) - Keberadaan rumah makan dan kafe di Kabupaten Malang mulai tumbuh subur. Demi memikat banyak pelanggan, biasanya mereka menonjolkan keistimewaan tertentu, seperti Kafe Omahe Dewe yang terletak di Jalan Balai Desa Kepuharjo, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang juga menonjolkan konsep yang unik dan menu yang ekstrem untuk para pelanggan.
Menurut William, pemilik dari kafe Omahe Dewe, konsep dari Café Omahe Dewe adalah homie dan fotografi. Ini tidak lepas dari hobi si pemilik kafe akan fotografi. Selain itu, di kafe ini Wiliam ingin agar pengunjung merasa nyaman serasa di rumah sendiri.
Kafe ini berdiri di tanah seluas kurang lebih 6000m2. Kafe yang baru satu setengah bulan dibuka ini menyuguhkan menu yang unik dan sedikit berbeda dibanding rumah makan lainnya. Hiu bakar, menu ekstrem yang jadi unggulan di kafe ini.
“Sebenarnya ini bukan pilihan menu yang sudah direncanakan, tapi karena supplier kami menawarkannya, dan ya kenapa kita tidak coba saja?” lanjut Pak William menuturkan alasan dari mengapa menciptakan menu Hiu Bakar ini.
“Terdapat cara pengolahan yang berbeda dan memerlukan teknik khusus agar tekstur daging ikan yang lembut tidak berubah menjadi hancur,” terang William.
“Selain itu juga kita memiliki bumbu marinasi dan bumbu oles rahasia, yang sudah melalui trial error sehingga rasanya dijamin enak,” imbuhnya.
Menu Hiu Bakar disajikan dengan dua sambal, yakni sambal dabu-dabu serta sambal cobek khas Makassar yang sedikit dimodifikasi agar rasanya sesuai dengan lidah orang Jawa.
Menurut William, penjualan menu ikan Hiu Bakar terbilang relatif belum banyak dalam tiap harinya. Hal tersebut karena masih banyaknya orang yang merasa ragu-ragu untuk mencoba menu ekstremnya. Jadi, kebanyakan orang yang memesan menu unik ini dikarenakan sudah mendapat testimoni dari kerabat atau teman dekatnya.
Selain menyuguhkan menu ekstrem, kafe ini juga dikenal dengan bahan-bahan makanan yang sehat karena diproduksi sendiri, kurang lebih 60% bahan makanan merupakan swadaya sendiri. Misalnya, seperti sayur mayur yang didapatkan dari perkebunan hydroponic yang terdapat di samping kafe. Nantinya, kafe ini akan memiliki kolam ikan sendiri agar pengunjung dapat menangkap ikannya sendiri sebelum dimasak, agar suasana layaknya Omahe Dewe semakin terasa.
Tidak hanya itu, pemandangan yang disuguhkan juga menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung. Terutama saat senja hari, pemandangan matahari tenggelam akan sangat indah jika dilihat dari lokasi kafe.
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Endang Pergiwati