

MAKKAH -Selama berada di Kota Makkah, jamaah haji kloter 37 Surabaya menempati Hotel Arkhan Bakkah di sektor 1 Mahbas Jin. Hotel ini berjarak sekitar 2.5 km menuju pintu Bir Ali, yang berada di pelataran Masjidil Haram.
Kawasan Mahbas Jin merupakan pemondokan terdekat dari Majidil Haram. Naik bus cuma tiga menit via terowongan. Kalau berjalan kaki membutuhkan waktu 20 menit.
Sehari-hari tersedia bus shalawat pergi-pulang dari dan ke hotel ke Masjidil Haram. Bus shalawat selalu melewati dua terowongan King Abdul Aziz Road Tunnel. Hampir semua hotel di kawasan itu dihuni jamaah asal Indonesia.
Jamaah haji Indonesia menempati 40 hotel berada di lima sektor. Sektor 1 Mahbas Jin sebanyak enam hotel yaitu Swis Bel Hotel, Arkan Bakkah 1, Arkan Bakkah 2, Dar Ummul Qura Golden, Safwat Al Bait 1, Bab Al Multazam yang ditempati oleh jamaah embarkasi Surabaya dan Lombok.
Di sektor 2 Syisyah ada sebanyak 12 hotel, yaitu Tharawat Al Taqwa, Snood Al Jawharah, Shafa Al Murjan, Ya’kub Bek Al Quqandi, Surra Man Ro’a, Al Khulafaa Hotel 2, Sultam Hotel, Al Khulafaa Hotel 3, Basharahil Plaza, Imarah Ubaidillah, Maheil Hotel,Faishal Al Qurashi yang ditempati oleh jamaah dari embarkasi Batam dan Ujung Pandang .
Di sektor 3 Raudhah terdapat enam hotel yaitu Al Lu’luah Hotel, Retaj Al Rayyan, Tharawat Al Rawda 2, Safwat Al Shroq, Winar Hotel, As Saqreya Tower ditempati jamaah embarkasi Aceh, embarkasi Jakarta, Embarkasi Palembang dan embarkasi Medan.

Sedangkan sektor 4 Jarwal ada dua hotel, yaitu Al Kiswah Tower dan Al Faiha Palace ditempati jamaah embarkasi Padang, embarkasi Banjarmasin, dan Embarkasi Balikpapan.
Kemudian sektor 5 Misfalah menempati 14 hotel yaitu Mayar Muyassar, Malak Al Safwa, Manazil Al Hour 2, Rose Garden, Rizq Palace, Abeer Al Fadila, Al Khalil Hotel, Tharawat Al Khalil, Makrem Diyafah Al Bait, Su’ad Palace, Dar Hasan, Durat Rahaf, Durat Asma’, Tharawat Al Misfalah disediakan untuk jamaah embarkasi Jakarta-Bekasi.
Selain beribadah di Masjidil Haram, jamaah haji punya dua pilihan lain saat menjalankan shalat lima waktu. Masjid di lantai H Hotel Arkan Barkah dan Masjid Kotak yang berada tak jauh dari terowongan King Abdul Aziz Road Tunnel.
Masjid Kotak memiliki tiga lantai sebagai tempat beribadah. Dikenal dengan masjid kotak karena modelnya hanya kotak tanpa kubah. Jamaah yang hadir tak hanya dari Indonesia. Tapi juga dari India dan Pakistan.
Setiap melaksanakan shalat Jumat seluruh lantai penuh sesak. Selesai sholat banyak pedagang yang menggelar berbagai kebutuhan di pelatarann masjid. Pada pagi hari juga ada pasar dadakan. Banyak orang berjualan makananan bakulan memakai menu ala Indonesia. Pedagangnyapun juga orag Indonesia, yakni para mukimin di Makah.
Bila hari-hari biasa, wilayah itu terasa lengang. Namun, bila musim haji, berbagai hotel di sama hiruk pikuk. Sampai-sampai daerah ini dinamakan sebagai "Kampung Indonesia" (*)
Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH