
Jakata - Musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada usia 44 tahun. Glenn Fredly yang bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 8 April 2020, pukul 18.47 dalam usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan. Kabar menyebutkan bahwa suami dari Mutia Ayu ini menghembuskan napas terakhir disebabkan sakit meningitis atau radang selaput otak.
Dikutip dari Halodoc, Meningitis merupakan salah satu kondisi dimana terjadi peradangan pada bagian meningen. Meningen adalah lapisan pelindung yang berperan untuk melindungi otak serta saraf tulang belakang. Tidak hanya orang dewasa, bayi dan anak-anak pun rentan mengalami meningitis. Meningitis yang tidak diatasi dengan baik dapat sebabkan berbagai komplikasi.
Gejala meningitis yang muncul pada tiap pengidap berbeda-beda dan tergantung dari kondisi kesehatan pengidap. Bahkan, pada beberapa kasus, meningitis tidak menunjukkan gejala pada awalnya sehingga pengidap mengetahui kesehatan pada tahap yang sudah cukup parah. Ketahui gejala meningitis yang dialami pengidap.
Dilansir dari National Health Service UK, pengidap meningitis memiliki suhu tubuh yang tinggi dan disertai dengan tubuh serta tangan yang menjadi lebih dingin dari biasanya. Tidak hanya itu, pengidap meningitis dapat mengalami gejala muntah, perubahan pada napas yang menjadi lebih cepat, nyeri otot, sakit kepala, leher yang menjadi kaku, lebih sensitif terhadap cahaya, dan selalu merasa ngantuk atau sulit dibangunkan saat tidur.
Sedangkan gejala pada bayi yang sebaiknya diperhatikan oleh orangtua, seperti menolak untuk mengonsumsi makanan, kejang, lebih rewel, dan menangis lebih kencang. Tidak hanya itu, khususnya pada anak-anak pengidap meningitis terlihat gejala yang khas yaitu muncul benjolan lunak pada kepala bagian atas.
Dilansir dari Kids Health, umumnya penyakit meningitis disebabkan oleh bakteri dan virus. Mengetahui fatalnya penyakit meningitis, berikut ini cara mencegah meningitis yang perlu diketahui.
Tidak ada cara yang lebih baik dari mencegah meningitis, selain melalui pemberian vaksin. The Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat merekomendasikan anak usia 11 atau 12 tahun untuk memperoleh vaksin kemudian vaksin tambahan di rentang usia 16–18 tahun. Pasalnya, usia 18-21 tahun rentan terhadap risiko penularan meningitis
Selain itu, vaksin meningitis direkomendasikan untuk kamu yang hendak traveling ke negara di mana virus meningitis banyak ditemukan pada penduduknya. Kemudian, memperoleh vaksinasi campak, gondong, rubella, dan cacar air juga membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus pemicu meningitis.
- Jangan Berbagi Barang-barang yang Sifatnya Personal ke Orang Lain
Meningitis dapat menular lewat sentuhan fisik, pertukaran udara dan penggunaan barang-barang pribadi semisal sikat gigi, baju, pakaian dalam, piring, lipstik ataupun rokok dari orang yang terinfeksi meningitis. Paling baik adalah tidak berbagi minuman, makanan, atau apa pun yang melibatkan pertukaran air liur secara langsung dan tidak langsung kepada orang yang tidak kamu kenal atau orang yang dikenal. - Jaga Jarak dari Orang yang Terinfeksi
Bakteri penyebab meningitis yang terdapat pada hidung dan tenggorokan bisa menyebar melalui batuk dan bersin. Kamu bisa terkena meningitis bila berada dalam jangkauan yang cukup dekat dengan orang yang mengidap meningitis. Jika seseorang yang kamu kenal memiliki infeksi pernapasan, ada baiknya kamu menjaga jarak dan menggunakan pelindung masker. - Cuci Tangan Sebersih Mungkin
Sama seperti virus flu, virus dan bakteri yang menyebabkan meningitis bisa masuk ke mulut melalui tangan. Kamu tidak bisa mengontrol perpindahan tanganmu ke tempat-tempat mana saja, tetapi kamu bisa menghindari penularan virus dan bakteri melalui mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun. Mulai dari punggung tangan, sela-sela jari sampai telapak tangan kemudian diamkan selama 20 detik baru dibilas dengan air mengalir.
Itulah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari resiko penyakit meningitis. Jangan lupa tingkatkan daya tahan tubuh dengan rutin berolahraga dan rajin mengonsumsi makanan yang memiliki nutrisi serta gizi yang baik untuk tubuh. (har/ins)