
Blitar - Syaikhul Munib, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Blitar menjadi pasien positif Covid-19 pertama di Kota Blitar yang dinyatakan sembuh. Dia telah menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, hingga akhirnya dinyatakan sembuh.
Syaikhul dinyatakan positif Virus Corona (Covid-19) usai mengikuti pelatihan petugas haji 2020 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya 8-18 Maret 2020 lalu. Munib demikian panggilannya, menyampaikan 3 pesen untuk masyarakat mengenai Covid-19.
Pesan tersebut disampaikan pada wawancara dengan salah satu radio, saat diminta menceritakan awal mula dirinya positit Covid-19 sampai dinyatakan sembuh dan boleh pulang. "Jadi awalnya saya hanya merasa demam tapi tidak tinggi, saat mengikuti pelatihan petugas haji 2020 di Asrama Haji di Sukolilo Surabaya," tutur Munib, Minggu (5/4/2020).
Jadwal yang seharusnya 8-18 Maret 2020, hanya sampai 15 Maret 2020 karena Surabaya sudah dinyatakan Zona Merah Covid-19. "Hanya merasa demam, makan tetap enak. Aktifitas juga seperti biasa, tidak gejala lain seperti batuk atau sesak," ungkapnya.
Sampai di Blitar, Munib periksa dan meminta obat ke teman paramedis. "Juga tidak ada perubahan, kemudian periksa ke salah satu rumah sakit diberikan obat tetap juga tidak berubah," bebernya.
Munib akhirnya berinisiatif periksa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. "Disana langsung masuk UGD menjalani pemeriksaan standar, swab, cek darah dan lainnya selanjutnya dinyatakan positif dan langsung masuk isolasi selama 2 minggu," terangnya.
Selama perawatan, Munib mengaku mendapatkan perawatan dari tim medis yang luar biasa, spesialis penyakit dalam, paru dan tenaga medis lainnya. "Alhamdulillah hasilnya swab pertama positif, kedua negatif dan ketiga negatif hingga dinyatakan sehat dan boleh pulang. "Namun tetap disarankan isolasi mandiri dulu di rumah, selama 14 hari kedepan," paparnya.
Sejak dinyatakan positif, Munib tidak pernah merasakan gejala batuk dan sesak seperti banyak diberitakan. Tapi memang dari hasil rotgen paru ada pnemonia, disitulah dicurigai ada virusnya.
Selama menjalani isolasi di RSUD Mardi Waluyo, tetap bisa beraktifitas seperti biasa. Komunikasi tetap bisa melakui handphone, dengan dokter dan perawat bisa melalui telepon lokal. "Kalau memerlukan perawatan langsung seperti rotgen, didatangi ke ruang isolasi," lanjut Munib menceritakan pengalamannya.
Sebelum mengakhiri wawancara on air, Munib menyampaikn 3 pesan yaitu Pertama, yang masih sehat tetap jaga kesehatan dengan PHBS, serta jangan ragu periksa jika merasakan gejala tidak beres dengan tubuhnya. Kedua, bagi yang teridentifikasi Covid-19 baik ODP, PDP maupun yang positif. Tetap semangat ikuti prosedur pemeriksaan kesehatan, sesuai standar dan benar yang ditentukan tim kesehatan.
Ketiga, masyarakat secara umum mari tunjukkan rasa simpati dan empati kita pada saudara kita yang tertimpa musibah, terutama pada keluarganya. "Ini musibah tidak ada yang mau tertimpa musibah, jangan apriori, saling curiga dan semua berharap segera berakahir dan semuanya sehat," tegas Munib.
Ditambahkan Munib, modal utama untuk sembuh yaitu
berdoa, berpikir positif dan semangat. Ikuti anjuran dari pemerintah, untuk kebaikan sendiri dan keluarga pungkasnya. (ist/ais)