07 April 2025

Get In Touch

Hindari Covid-19, 22 Ribu Santri Temboro Magetan Dipulangkan

Hindari Covid-19, 22 Ribu Santri Temboro Magetan Dipulangkan

Magetan – Sekitar 22 ribu santri dari Pondok Pesantren Kampung Madina Al Fatah, Temboro, Magetan, akan segera dipulangkan. Hal ini terkait upaya mengantisipasi dan menghindari penularan virus corona (covid-19) di lingkungan pesantren tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Kabupaten Magetan Saif Muchlisun, Minggu (5/4/2020) mengatakan, pada Sabtu (4/4/2020) telah dilaksanakan rapat di Posko Gugus Tugas Covid-19 Magetan yang secara khusus membahas pemulangan para santri Temboro tersebut. Rapat dipimpin langsung Bupati Magetan Suprawoto dengan menghadirkan pengasuh Ponpes Madina Al Fatah, dan seluruh instansi terkair.

“Hasilnya, kesepakatan dilakukan pemulangan lebih awal untuk para santri. Kalau biasanya tanggal 10 Ramadan, maka ini dilaksanakan sebelum 1 Ramadan atau pada 24 April nanti sudah selesai (proses pemulangannya),” ungkap Saif.

Pihak ponpes juga sudah siap mengikuti arahan pemerintah. Pemulangan sendiri akan dilakukan secara bertahap. Dari data yang diserahkan ke Pemkab Magetan, ponpes ini memiliki 22.467 santri dari berbagai wilayah di Indonesia dan 12 negara.

Tentang teknis pemulangan, lanjut Saif, Dinkes akan memeriksa seluruh santri terlebih dulu. Hasilnya akan diberitahukan ke pondok, lengkap dengan nama dan kondisi kesehatan masing-masing santri.
Pemkab Magetan tidak ingin ada satupun santri yang lepas dari pemeriksaan dan pencatatan agar tidak timbul masalah di daerah asalnya nanti.

“Apabila ada yang sakit akan dirawat dulu. Setelah sehat baru boleh pulang,” tutur Saif.

Saat pemulangan, para santri akan diangkut dengan armada angkutan dari pondok dengan jaminan para santri pulang sampai ke rumah masing-masing dan bertemu keluarganya. Pihak ponpes menyediakan armada sampai ke titik-titik asal santri. Sesampai di titik-titik kepulangan santri akan dilakukan komunikasi dengan aparat atau petugas dari pemkab serta wali santri setempat.

Untuk kepulangan akan didahulukan santri yang berasal dari sekitar Magetan. Untuk santri yang tidak terjangkau angkutan darat seperti dari luar pulau atau luar negeri, maka akan dipastikan ketersedian tiketnya.

“Kalau memang belum dapat tiket agar tinggal dulu di pondok sampai dapat tiket,” kata Saif.

Saat ini ponpes juga sudah membuka akses bagi petugas kesehatan dari puskesmas setempat mengecek kesehatan para santri. Pengajian-pengajian, jamaah tablig bulanan dengan peserta sekitar 100 orang sudah dihentikan. Kegiatan makan yang biasanya dengan nampan sudah beralih dengan piring. Para diharapkan selalu mendapatkan asupan gizi yang, diberi vitamin untuk kebugaran dan ketahanan daya tahan tubuhnya.

“Para santri setelah dipulangkan sampai rumah masing-masing juga harus tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, melakukan isolasi mandiri dan tetap berperilaku hidup bersih dan sehat. Mereka akan balik lagi ke ponpes biasanya 15 hari setelah lebaran. Untuk sekarang ini karena ada wabah corona masih melihat perkembangan keadaan terlebih dahulu,” urainya.

Sementara Suprawoto berharap pihak pondok membuat berbagai rencana atau skenario terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di institusi tersebut. Termasuk skenario yg paling buruk sekalipun. Bahkan juga harus disiapkan pula bila tahun ajaran baru mundur.

“Segala kebijakan nantinya akan terus di perbaharui untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi terbaru dari perkembangan covid-19,” tutur Suprawoto. (mre)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.