05 April 2025

Get In Touch

Audisi PB Djarum Berhenti, Siapa yang Rugi?

Audisi PB Djarum Berhenti, Siapa yang Rugi?

Tudingan KomisiPerlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengenai eksploitasi anak menjadi alasanpenyetopan program audisi PB Djarum yang merupakan ajang pencarianpebulutangkis belia berbakat. Siapa yang rugi?

Polemik penghentian program audisiPB Djarum makin memanas. Berbagai pihak saling silang pendapat mengenai halini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora)Imam Nahrawi mislanya, berharap Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tetapbergulir pada tahun depan. Menpora menyayangkan hal tersebut. Imam merasa bahwaaudisi Djarum tetap harus dilakukan untuk keberlanjutan pembinaan bulu tangkisdi Indonesia. "Audisi badminton Djarum mestinya jalan terus karena tak adaunsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan juara-juaradunia," tulis Imam di Instagram, Minggu (8/9).

Berbeda dengan itu,  pemerhatianak, Seto Mulyadi. Seto menganggap keputusan ini seperti anak kecil yangngambek. "Saya melihat ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek,"katanya. Ketua Lembaga Anak Indonesia (LPAI) yang akrab disapa Kak Setotersebut mengatakan, apa yang dilakukan oleh KPAI sudah benar.

Menurutnya, yang dilakukan oleh KPAI adalah hanya menunjukperaturan soal larangan eksploitasi anak melalui iklan merek Djarum yangidentik dengan produk rokok, dan bukan melarang audisinya. Kak Seto mengungkapkan,Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 telah tertulis bahwa rokok merupakanzat adiktif yang berbahaya.

Ia juga mempertanyakan soal kesungguhan dari PB Djarum dalammenghasilkan bibit unggul bulutangkis "Lha terus kemurniannya dan ketulusannyabagaimana untuk membina anak-anak? Bila memang serius, seharusnya tidakmenghentikan audisi dengan alasan iklan tersebut," lanjutnya.

Sementara, bpengakuan Program Director Bakti Olahraga DjarumFoundation Yoppy Rosimin, rencana penghentian audisi PB Djarum sudah dipikirkansejak beberapa pekan terakhir. Kemudian PB Djarum mengeluarkan keputusan untukmenghentikan program yang sudah berlangsung sejak 2006 itu pada tahun depan.

Kegiatan audisi yang berlangsung rutin setiap tahun itumendapat respons dari Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung jelangperhelatan audisi PB Djarum di Bandung pada Juli 2019.

Menanggapi respons tersebut, PB Djarum menegaskan programaudisi yang sudah rutin dilakukan tersebut bukan kegiatan pemasaran produkrokok melainkan murni untuk seleksi atlet.

KPAI kemudian melakukan rapat dengan sejumlah kementerian,seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KementerianPemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Koordinator BidangPembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Tujuannya, mendesak penghentian audisi PB Djarum karenamengandung unsur eksploitasi berupa kewajiban setiap anak mengenakan seragamberlogo Djarum Badminton Club yang identik dengan merek rokok.

"Kami sepakat bahwa pengembangan bakat dan minat anakdi bidang olahraga bulutangkis harus terus dilakukan, tetapi tidak boleh ada eksploitasianak," ujar Ketua KPAI Susanto, usai pertemuan dengan kementerian awalAgustus lalu dikutip dari Antara.

Pada pertengahan Agustus KPAI melakukan koordinasi denganpemerintah kota dan kabupaten tempat pelaksanaan audisi PB Djarum untukmengkaji ulang pemberian izin aktivitas tersebut. KPAI menyatakan tak melarangkegiatan seleksi Djarum Beasiswa Bulutangkis asalkan tidak ada penyebutan ataupemasangan logo dan merek rokok.

Upaya KPAI meniadakan logo sponsor di seragam peserta dannama acara ditanggapi Djarum dengan mengubah nama audisi menjadi 'Audisi Umum'serta penghapusan logo sponsor di baju peserta dalam sesi audisi yangberlangsung di Purwokerto pada 8-10 September.Di tengah acara audisi diPurwokerto, Djarum kemudian memastikan program audisi bakal dihentikan mulai2020.

"Kami sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PBDjarum itu bukan produk tembakau. Pada audisi kali ini juga saya sampaikansebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di 2020 kami memutuskan untukmenghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demikebaikan bersama kami hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihakagar bisa berpikir dengan baik," ucap Yoppy lewat situs resmi PB Djarum.

Untuk mengganti program audisi, PB Djarum bakal mengandalkanpemandu bakat untuk menjaring atlet-atlet muda. Yoppy juga menjelaskan dampakkerugian yang diperoleh dengan keputusan tersebut. Atlet menjadi yang palingmengalami kerugian besar.

"Yang rugi itu atlet bukan saya. Maka itu mereka padamarah-marah. Secara tak langsung, walau nanti ada datang ke Kudus. Khusus yangtinggal di Jawa Tengah tidak masalah, Jawa Timur tak masalah, Jawa Barat juga,kemudian jika di Gorontalo, Kendari, itu kerugian bukan di saya. Saya mencobamenutup itu, karena harapan mereka seperti itu," dia menjelaskan.

"Ibaratnya, kami sudah keluar uang, tenaga, semua dicurahkan, mengkoordinir semua legenda, itu kan impacnya banyak. Kalau datang ke Purwakerto, hotel penuh, lalu kedatangan kru pelatih, kru panitia, itu kulinernya jadi lancar. Itu kan impact dari sebuah event. Indikatornya banyak kalau kejuaraan-kejuaraan sekarang banyak, itu imbas yang sudah jadi. Dan Indonesia Open juga sudah jadi. Penonton sudah antre tiket," Yoppy menambahkan.(bbs,ins)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.