SEJUMLAH negara memberlakukan penutupan keran ekspor komoditas pangan sementara. Tidak hanya gandum, tapi juga sayuran dan buah-buahan. Bahkan India terbaru juga menghentikan pengiriman gula ke negara lain. Mulai 1 Juni nanti, pemerintah Negeri Bolywood ini membatasi ekspor gula hanya 10 juta ton untuk musim pemasaran hingga September 2022 demi menjaga harga tetap terkendali. Kondisi yang salah satunya dipicu perang Rusia-Ukraina ini menjadi alarm (peringatan,Red) bagi dunia pada potensi terulangnya kembali krisis pangan di tahun 2008. Indonesia disarankan segera mengambil langkah yang tepat. Bila tidak dilakukan antisipasi, ‘kegilaan’ harga pangan seperti yang terjadi pada minyak goreng (migor) bakal meluas ke komoditas lain. Meningkatnya sikap proteksionisme memang wajar terjadi untuk mengamankan ‘perut’ rakyatnya masing-masing. Tapi di sisi lain, perang dagang bakal membuat ekonomi global sulit bangkit lagi usai 2 tahun babak belur digempur Covid-19.BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/05/27052022.pdf
[3d-flip-book id="98017" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/05/27052022.pdf">