
Jombang – RSUD Jombang, krisis Alat Pelindung Diri (APD). Kelengkapan paramedis dalam penanganan pasien Covid-19 tersebut hanya cukup untuk dua minggu ke depan. Padahal, piranti tersebut merupakan kelengkapan wajib paramedis yang berada di garda terdepan penanggulangan virus corona.
Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran ketika dikonfirmasi mengakui masalah tersebut. Dia menjelaskan, krisis APD di tengah penanganan wabah Covid-19 saat ini menjadi problem bersama. Kondisi kelangkaan APD hampir terjadi di semua rumah sakit di Tanah Air.
APD merupakan kelangkapan wajib paramedis, sebagai pelindung diri agar tidak tertular Covid-19 saat melakukan perawatan pasien Corona di rumah sakit tempatnya bertugas. Jika kehabisan, akan menjadi problem serius bagi paramedis, baik perawat maupun dokter, dalam menjalankan tugas pengobatannya.
"Memang APD ini menjadi problem bersama, kami sudah dibantu oleh Pemprov meski belum memenuhi. Persediaan kami saat ini hanya untuk 2 sampai tiga minggu kedepan saja," terangnya, Rabu (1/4/2020).
Diungkapkan, sebenarnya pihaknya sudah berupaya memesan APD itu kepada sejumlah distributor. Namun sulit didapatkan, rata-rata distributor berdalih kehabisan stok seiring merebaknya kasus Covid-19 di Tanah Air.
Guna memenuhi kebutuhan kelengkapan primer dalampenanganan wabah Covid-19 ini, RSUD Jombang memproduksi APD secara mandiri.Meski, secara standar belum terpenuhi demi memenuhi kebutuhan tersebut.
“APD ini sangat dibutuhkan petugas medis di tengah-tengah penanganan wabah virus corona di dalam Negeri. Kami produksi APD secara internal meski belum terpenuhi standarnya. Untuk satu set APD yang cover all harganya sekitar lebih dari Rp 500 ribu, itu untuk sekali pakai," pungkasnya. (gos)