
Kediri - Di tengah kabar gembira kesembuhan pasien positif Corona asal Blitar yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSUDKK), ada kabar memprihatinkan. Seorang paramedis, terpapar Covid-19 dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit plat merah di Kecamatan Pare tersebut.
Paramedis itu seorang wanita berprofesi perawat di salah satu RS di Jakarta selama lima tahun. Saat dilakukan swab (pemriksaan laboratorium) ternyata dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Tidak diketahui jelas, perawat berusia 22 tahun itu terinfeksi dari dan di mana.
“Wanita itu melakukan perjalanan dari Jakarta, sesampai di Kabupaten Kediri menyampaikan keluhan sesuai dengan gejala-gejala terinfeksi Corona. Setelah dilakukan pemeriksaan ke laboratorium Tropical Disease Research Center (TDRC) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) hasilnya dinyatakan positif Covid-19,” ujar dr Ibnu Gunawan, Direktur RSUDKK, Jumat (27/3/2020).
Sementara, pasien positif Covid-19 asal Blitar yang dinyatakan sembuh, dr Ibnu memaparkan, pasien wanita berusia 28 tahun itu semula menjalani perawatan di RS Aminah Blitar. Dia mengeluh demam pada tanggal 11 Maret 2020, setelah pulang dari Bogor, kemudian dirujuk ke RSKK. Setelah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSKK selama 4 hari, kondisinya berangsur-angsur membaik.
“Pada hari kelima perawatan, dilakukan swab ulang dan hasilnya negatif. Sesuai protokol yang ditetapkan tim penanganan pemerintah pusat, bila tekanan, suhu, dan tanda-tanda fisik stabil, pasien dengan hasil negatif boleh dipulangkan,” paparnya.
Terkait dengan upaya pengobatan hingga mampu menyembuhkan pasien positif Corona, dr Ibnu menjelaskan ada kerjasama yang baik antara tim paramedis dengan pasien. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan obat untuk membunuh virus yang telah menyebar di lebih 140 negara di dunia ini.
“Antara paramedis dan pasien salingmenyemangati dan disiplin menjalani saran yang disampaikan. Sehingga imunpasien terus membaik dan membentuk antibodi untuk menggempur tentara antigenCovid-19, sehingga menjadikan kondisi kesehatan pasien kian membaik,” paparnya.
Terkait satu pasien lainnya yang telahmeninggal, Ibnu Gunawan memastikan jika almarhum positif Corona. Hasilpemeriksaan laboratorium itu keluar sehari setelah pasien meninggal. Saatditerima petugas medis RSKK dari RS HVA Toelongredjo Pare, kondisinya sudahmemburuk akibat penyakit yang menyertai, yakni jantung dan diabetes.
Meski hasil pemeriksaan laboratorium belumkeluar saat pasien meninggal, pihak RSKK sudah menerapkan protokol pengurusanjenazah standar Corona. Petugas juga menyegerakan pemakaman di bawah tiga jamsetelah kematian.
Dengan hasil tersebut, Ibnu Gunawan menyarankan kepada orang-orang terdekat pasien untuk isolasi mandiri. Mereka adalah keluarga dan siapapun yang sempat melakukan kontak fisik dengan almarhum sebelum meninggal. “Jika merasakan demam dan batuk, segera periksa ke Puskesmas terdekat,” kata Ibnu. (gos/adv)