05 April 2025

Get In Touch

Khofifah: BMKG, KNKT dan BPBD Harus Terkoneksi

Khofifah: BMKG, KNKT dan BPBD Harus Terkoneksi

SURABAYA,LETRA.ID-Jelang musim penghujan, Gubernur Jatim KhofifahIndar Parawansa meninjau kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Juanda. Dia minta agar ada koneksitas antara BMKG, Komite NasionalKeselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)provinsi/kabupaten/kota.

"Kedatangan kita ke sini, kita ingin ada koneksitasdengan KNKT, dan titik-titik di mana kemungkinan masyarakat bisa mengaksesinformasi ini lebih sering dan realtime," ucapnya, Senin (2/9). Khofifahmeninjau langsung metode pemantauan dan perangkat alat yang digunakan di BMKGJuanda. Ia memeriksa bagaimana para petugas di BMKG bisa memantau kondisi cuacadi Jatim.

Menurutnya dengan akses informasi yang mudah dan menjangkaumasyarakat, maka akan menjadi kewaspdaan bersama sehingga masyarakat bisamelakukan antisipasi yang dibutuhkan ketika ada dalam kondisi yangrawan.Misalnya, di titik pemberangkatan perahu motor. Khofifah ingin yangmendapatkan informasi tentang prakiraan cuaca bukan hanya nakhoda, melainkanpenumpangnya agar juga saling waspada.

"Kalau ada seperti prakiraan cuaca, gelombang tinggi,bukan hanya nakhodanya yang tahu, tapi penumpang juga tahu sehinga bisasama-sama melakukan antisipasi," tegas mantan Menteri Sosial RI ini.

Saat ini baru empat pelabuhan di Jawa Timur yang sudahmelakukan perjanjian kerja sama dengan BMKG. Khofifah ingin agar titik-titikyang menjalin kerjasama bisa lebih banyak, sehingga koneksitas data BMKG dengantitik titik keberangkatan lebih terjalin.

Terlebih saat ini sudah masuk September, di bulan bulanmendatang Oktober, November, Desember terkonfirmasi akan terjadi hujan makamasyarakat diharapkan mendapatkan informasi tersebut.Termasuk juga ada cuacaekstrem, angin puting beliung, seperti, Kabupaten Sidoarjo yang sering terjadiputing beliung diharapkan bisa sampai informasinya.

"Kalau teknologi sekarang saya rasa bisa lah. Jadi kitajuga bisa koordinasikan dengan BPBD tingkat dua sehingga ada antisipasi,"ucapnya.

Begitu juga dengan potensi bencana yang lain. Sepertikemarau, banjir, dan bencana yang rawan tersebut.Maka perjanjian kerja samadengan titik keberangkatan penumpang harus dierbanyak, terutama yangmenggunakan transportasi laut.

"Karena secara teknologi sekarang itu sudahmemungkinkan. Jadi harus dibriefing kembali untuk misalnya di pelabuhanpemberangkatan hewan, selain nahkoda dan nelayan mengandalkan tanda alam jugaharus tau secara teknologinya bagaimana," pungkasnya.(Ace)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.