07 April 2025

Get In Touch

Brasil: Demo Pemakzulan Presiden Bolsonaro, Dianggap Gagal Tangani Covid-19

Presiden Brasil Jair Bolsonaro sempat melontarkan pernyataan yang meremehkan Covid-19 sebelum akhirnya terinfeksi virus tersebut pada Juli 2020 lalu. Tidak hanya merendahkan corona dengan menyebutnya
Presiden Brasil Jair Bolsonaro sempat melontarkan pernyataan yang meremehkan Covid-19 sebelum akhirnya terinfeksi virus tersebut pada Juli 2020 lalu. Tidak hanya merendahkan corona dengan menyebutnya "flu ringan", Bolsonaro juga menolak saran pakar agar Br

JAKARTA (Lenteratoday) -Ribuan orang turun ke jalan di kota-kota besar dan kecil di seluruh Brasil untuk memprotes Presiden Jair Bolsonaro yang dinilai gagal menangani Covid-19. Korban tewas akibat Covid-19 telah menembus angka 600.000 orang.

Aksi protes diorganisir oleh partai-partai oposisi dan serikat pekerja dan jatuh tepat satu tahun menjelang pemilihan umum negara itu. Bolsonaro saat ini tertinggal dalam jajak pendapat.

Banyak orang Brasil kesal dengan penanganan pandemi Covid-19 oleh presiden setelah lebih dari 600.000 orang meninggal. Sejak awal  Bolsonaro terkesan mengabaikan pandemi tersebut.

Aksi demonstrasi berlangsung di lebih dari 160 kota besar dan kecil kemarin seperti dikutip BBC.com, Minggu (3/10). Para pendemo membawa poster untuk menyerukan pencopotan Bolsonaro.

"Presiden kita mewakili segala sesuatu yang terbelakang di dunia, ada kelaparan, kemiskinan, korupsi dan kami di sini untuk membela demokrasi," kata pengunjuk rasa Valdo Oliveira.

Sedikitnya ada 100 permintaan yang diajukan ke geduang DPR untuk memakzulkan Bolsonaro. Namun, pemimpinn parlemen menolak untuk menindaklanjutinya. Sedangkan Mahkamah Agung Brasil baru-baru ini menyetujui beberapa penyelidikan terhadap Bolsonaro termasuk kasus korupsi.

Aksi protes terjadi setelah sejumlah demonstrasi  mendukung Bolsonaro digelar bulan lalu. Aksi itu dilihat sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa dia masih bisa menarik banyak pendukung setelah jajak pendapat baru-baru ini membuatnya tertinggal dari saingan sayap kirinya Luiz Inácio Lula da Silva dengan sembilan poin persen.

Pemilihan umum tidak akan diadakan sampai Oktober mendatang tetapi elektabilitas Bolsonaro telah turun ke titik terendah sepanjang masa. 

Sebuah jajak pendapat oleh Atlas Institute menunjukkan bahwa 61 persen orang Brasil menggambarkan kinerja pemerintahannya buruk atau sangat buruk (*)

Sumber: BBC.com

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.