04 April 2025

Get In Touch

Mengenal Arboretum, Titik Nol Sungai Brantas

Mengenal Arboretum, Titik Nol Sungai Brantas

Foto : Abdi Purnomo/Abel (www.batikmono.com}

Mengalir jauh melintasi 17 kabupaten/kota, Sungai Brantas menjadi kebanggaan Jawa Timur. Konservasi Arboretum Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu pun menjadi ‘titik nol’ berbagai kisah sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo ini.

Memasuki kawasan Arboretum, suasana nyaman,hening dan hijau langsung tertangkap oleh semua indra. Wilayah di sebelah timurkaki gunung Anjasmoro itu tertata seolah bersekutu untuk melindungi sumber airyang menjadi pusat dari Sungai Brantas dari tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Itulah sebagian gambaran suasana ArboretumSumber Brantas. Berasal dari bahasa Latin arbor yang berarti pohon, dan retum yangberarti tempat. Jadi, arboretum adalah tempat berbagai pohon ditanam dandikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan, demikian sepertidefinisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sayangnya, sejak 3-5 bulan lalu kawasan initertutup untuk umum. Bisa digunakan untuk penelitian dan lainnya asalkan adaijin dari Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta (PJT) I sebagai pengelola DaerahAliran Sungai (DAS) Brantas.

“Saat masih terbuka untuk umum, banyakpengunjung yang jahil merusak tanaman dan bunga di lokasi ini. Ada juga yangmenggunakan untuk kegiatan yang tidak layak. Padahal lahan ini harus dijagaagar sumber air Brantas  tidakterkontaminasi,” ujar Sunardi, sesepuh daerah Sumber Brantas sekaligus salah satupenjaga wilayah tersebut.

Di kawasan konservasi yang berjarak 18kilometer di sebelah utara Kota Batu inilah ‘Titik Nol’ Sungai Brantas berada.Suasana hutan yang sangat rindang terhampar begitu memasuki kawasan Arboretrumdengan jalanan yang dipenuhi lumut. Setelah berjalan sekitar 500 meter daripinyu masuk, ada lubang menyerupai sumur berdiamer 1 meteran. Airnya yangjernih berdebit 0,5 liter/detik ini mengucurkan diri. Sudah menjadi takdirnya,air tersebut terus mengalir melewati kanal menuju Kali Brantas bersama sumbermata air lain hingga bertemu di Selat Madura.

Tertulis jelas di papan biru dengan cat warnaputih kalimat “From this site spring the water of the Brantas River”, yangberarti dari tempat inilah sumber air Sungai Brantas itu berasal. Hal ini jugaditungakan dalam SK Menteri Pekerjaan Umum No. 631 tahun 1986, tentangpenetapan Sumber Brantas sebagi suaka alam dalam wilayah tata pengairan SungaiBrantas.

Sebelum bertemu di Selat Madura, air itumengalir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas seluas sekitar 11.800km2 atau hampir setara dengan ¼ wilayah Jawa Timur seluas 47.157,72 Km2. Aliranair itu melintasi Kota Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, danMojokerto. Nah, di Mojokerto inilah aliran Sungai Brantas mulai membagi dirisecara adil menjadi dua bagian. Satu cabang sungai mengalir ke Surabayamelewati Kali Mas, dan satu cabang sungai lainnya mengalir ke Kali Porong,Sidorajo, sebelum akhirnya keduanya berkumpul kembali di Selat Madura. 

Foto : Abdi Purnomo/Abel (www.batikmono.com)

Sungai Brantas itu sendiri sebenarnya berasaldari puluhan sumber mata air. Namun, Arboretrum disebut sebagai titik 0 dariSungai Brantas karena meski banyak sumber lain di sekitarnya, aliran yangmengalir di Arboretrum lebih konsisten sepanjang hari dengan debit air sekitar2,5 liter/detik.

Mata air Sumber Brantas menjadi ikonArboretum, selain pohon Pinus Parana yang ditanam oleh Roedjito Dwidjomestoposekitar 14 tahun lalu, tepatnya pada 11 Juni 1992. Pohon Pinus Parana menjadisaksi hidup, atas partisipasi Indonesia dalam Konferensi Bumi di Rio DeJaneiro, Brazil pada Juni 1992 lalu. Info ini terpajang di tanda pengenal pohonpinus itu.

Total ada sebanyak 3.200 pohon dari 37 jenisberbeda hidup di sekitar mata air sumber Brantas itu. Beberapa jenis pohon diantaranya termasuk dilindungi. Diantaranya Kayu Manis, Cempaka, Damar, PohonKenanga, Sikat Botol (Kalistemon), Kayu Putih (Malalenca Kajuputi), sampaiPohon Kukrup (Engelhardia Spicata) tersebar dilahan seluas 12 hektar itu.

BikinAwet Muda

Konon, sebagian masyarakat percaya, bahwa mataair Sumber Brantas memiliki khasiat dapat membuat awet muda. Tak hanya itu,beberapa pihak yang memiliki keinginan/cita-cita banyak yangbersemedi/menyendiri di situ.“Mungkin karena tempatnya sepi, jadi kan enak yauntuk menyendiri,” tuturnya.

Diceritakannya,bahkan Sri Sultan pernah datangke lokasi tersebut dan mengatakan bagi orang yang mau melakukan ritual orangJawa yaitu mencari air dari 7 sumber, sudah cukup atau sama saja mengambil darisatu sumber, di Titik Nol tersebut.”Pernah ada orang Timor Leste 5 tahun lalumengambil air di sini. Dia kapan hari ke sini lagi dan mengatakan kualitas airdi sini sama seperti zamzam, karena tidak berlumut dan tidak berubah selama 5tahun itu,” katanya.

Beberapa orang juga percaya, air sumbertersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tak sedikit juga yang mempercayaisumber air tersebut bisa membantu untuk meraih posisi dalam pemerintahan danpolitik. “Penelitian juga banyak dilakukan, secara reguler teman-teman Unesameneliti lumut di sini. Sebab menjadi bahan terbaik untuk kosmetik. Ada jugapenelitian yang mengatakan bila spesies capung yang diduga telah punah,ternyata masih hidup di sini,” tutupnya. (*)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.