HATI sebenarnya bahagia saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Koordinator PPKM Darurat yang juga Menko Marves, Luhut Binsar mengatakan kasus Covid-19 mulai flattening dan bed occupancy rate (BOR) Rumah Sakit (RS) menurun. Namun bila yang diungkapkan tak sesuai dengan data dan fakta, merasa dibohongi kan? sakit kan? Para ahli memastikan penurunan kasus terjadi karena testing juga terus melorot. Statistik berbicara, bila kasus kematian juga terus melesat tinggi. Bahkan, Rabu (21/7) saat pemerintah kembali mengubah istilah PPKM Darurat menjadi ‘level-levelan’ (Level 1-4), pasien corona yang wafat mencetak rekor tertinggi sejak pandemi. Tercatat kasus meninggal dunia bertambah 1.383, sehingga total ada 77.583 jiwa yang sudah merenggang nyawa akibat virus ini. Data jumlah vaksinasi pun cukup miris. Dari 18 hari ‘penguncian’ wilayah Jawa-Bali, hanya 5 hari saja vaksinasi corona tembus sejuta dosis per hari. Artinya realisasi baru 25 persen dari target Jokowi. Mau data apalagi? Penurunan BOR sebagai representasi membludaknya pasien pun hanya turun tipis sebesar 1% sejak PPKM darurat berlaku. Jujur saja! BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/07/22072021.pdf
[3d-flip-book id="58593" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/07/22072021.pdf">